Makassar Posisi Keempat Permasalahan Gigi di Indonesia, Pepsodent Hadir Beri Perawatan Gigi Gratis

Makassar Posisi Keempat Permasalahan Gigi di Indonesia, Pepsodent Hadir Beri Perawatan Gigi Gratis

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Unilever Indonesia melalui Pepsodent bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) kembali menggelar Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2023 di berbagai wilayah Indonesia.

BKGN 2023 ini bekerja sama dengan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI).

Salah satu kota yang disambangi adalah Makassar pada 8-10 November 2023 di Universitas Muslim Indonesia. BKGN 2023 mengangkat tema ‘Senyum Indonesia, Gigi Kuat Mulut Sehat’ serta memberikan perawatan gigi gratis.

Kepala Dinas Kesehatan kota Makassar Nursaidah Sirajuddin menyampaikan, merasa berbangga hati sekaligus memberikan penghargaan kepada panitia BKGN yang diselenggarakan oleh FKG UMI.

“Dengan adanya acara BKGN ini, Pemerintah Kota Makassar sangat mengharapkan dapat membantu memulihkan permasalahan kesehatan di Indonesia, utamanya di Kota Makassar,” ujar Nursaidah.

Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia drg. Ratu Mirah Afifah menyampaikan, selama lebih dari 75 tahun, Pepsodent terus mewujudkan tujuan untuk mendukung edukasi serta perawatan gigi dan mulut.

“Upaya tersebut menjadi krusial karena saat ini masyarakat Indonesia kian rentan mengalami gigi berlubang akibat konsumsi gula yang semakin tinggi. Bahkan di 2023, konsumsi gula per kapita diproyeksi meningkat hingga 9 persen dari 2019,” jelas drg. Ratu Mirah.

Pengetahuan masyarakat tentang risiko gula bagi kesehatan gigi dan mulut juga masih harus ditingkatkan. Survei Pepsodent menunjukkan bahwa 66 persen orang tua, sebenarnya merasa khawatir akan kesehatan gigi dan mulut mereka karena asupan gula.

Namun di sisi lain, 58 persen menganggap anak-anak boleh menerima asupan gula yang tinggi atau bahkan tidak mengetahui batas yang dianjurkan.

Dekan FKG UMI Dharma Utama menanggapi, kondisi ini harus kita waspadai bersama, termasuk keluarga di wilayah Sulsel seperti Makassar. Tercatat 56,3 persen masyarakat Sulsel memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman manis sehari-hari.

“Perlu diketahui, sisa makanan atau minuman manis yang tidak dibersihkan pada gigi menyebabkan bakteri berkembang lebih cepat. Bakteri ini memfermentasi sisa karbohidrat pada gigi menjadi asam, dan membuat lapisan gigi lebih rentan berlubang,” ujar Prof Dharma.

Dharma menjelaskan, studi menunjukkan, saat seseorang mengonsumsi 1-2 porsi minuman berpemanis setiap hari, maka risiko gigi berlubangnya meningkat hingga 31 persen. Manusia tidak bisa sepenuhnya menghindari gula karena fungsinya sebagai sumber energi dan pendorong fungsi kerja otak, tapi konsumsinya harus dibarengi perilaku menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur dan rutin berkonsultasi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, masyarakat Makassar harus lebih mewaspadai hal ini, karena permasalahan gigi berlubang di Sulsel merupakan yang tertinggi ke-empat di Indonesia (55,5 persen). Apalagi, hanya 4,5 persen masyarakat yang mengaku pernah berobat ke dokter gigi selama setahun.

“Artinya, kebiasaan menyikat gigi yang tepat masih perlu ditanamkan, disertai akses layanan kesehatan gigi dan mulut yang lebih merata,” jelasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga