Regulasi dan Inovasi Buat Kendaraan Listrik Lalu-lalang di Jalan Desa, Kota hingga Pertambangan di Sulsel

Kendaraan listrik perlahan mengisi ruas-ruas jalan. Di Sulawesi Selatan (Sulsel), ia bisa dijumpai tak hanya di jalan perkotaan, tapi juga di desa, bahkan area pertambangan.
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sudah hampir tiga tahun Anggita Putri (9) pergi pulang sekolah dengan sepeda listriknya. Orang tuanya membeli sepeda itu pada 2021 lalu, seharga Rp6 juta lebih.
Anggita tinggal di Desa Julu Pa’mai, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulsel. Belasan kilometer dari pusat kota Gowa. Sementara sekolah dan rumahnya berjarak tak sampai satu kilometer.
Sepeda itu berkapasitas 800 watt. Sekali cas, ia sudah bisa dipakai selama dua hingga tiga hari. Tak hanya ke sekolah, sepeda itu juga digunakan untuk aktivitas lainnya.
Di wilayah perkotaan, seperti Makassar kendaraan elektrifikasi bisa dijumpai dengan gampang di jalan. Motor dan mobil dari berbagai jenis, produsen, serta merek. Penggunanya pun homogen, berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan.
Gambarannya bisa dilihat dari konsumen salah satu merek motor listrik yang dipasarkan di Makassar, United E-Motor. Pembelinya didominasi karyawan swasta, wiraswasta, pelajar dan mahasiswa
“Biasanya digunakan sebagai kendaraan operasional sehari-hari. Seperti penggunaan ke kantor, jalan-jalan ke mall/swalayan, kuliah maupun sekolah,” tutur Plt Sales Support, Logistic & Marketing Manager Kalla Kars, Yulia Herman.
Kalla Kars merupakan distributor resmi United E-Motor di wilayah Makassar, Manado, Banten, Kendari, Balikpapan, dan Palu. 5 bulan terakhir penjualan menunjukkan tren menggembirakan. Ada 500 unit yang laku terjual.
Ketika menjual kendaraan listrik, terdapat perbedaan mencolok dibanding ketika menjual kondaraan konvensional. Sebab, ia harus dibarengi edukasi penggunaan kendaraan listrik bagi kesehatan bumi.
“Kalla Kars juga sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan net zero emission berupaya memberikan program edukasi kendaraan listrik melalui media konvensional dan online,” beber Yulia.
Wuling Air ev menjadi salah satu mobil listrik yang gampang dijumpai di jalan-jalan protokol Makassar. Barangkali tak hanya di Kota Daeng, daerah lain mobil mungil ini juga sudah banyak lalu lalang di jalan-jalan.
Berdasarkan data Degree Synergy International, Wuling Air ev masih menjadi raja mobil listrik selama 2022 dan 2023 secara nasional.
Kumala Group merupakan dealer resmi Wuling Air ev area Makassar dan sekitarnya. Umumnya pembeli Air ev, menjadikan mobil ini sebagai kendaraan pelengkap atau kedua.
“Jadi udah memiliki unit mobil convensional di rumah kemudian tambah unit Air EV sbg mobil yang digunakan mobilitas sehari hari,” tutur General Manager Marketing Kumala Group Ivan Pudya Sumanta lewat sambungan selulernya.
Ivan menggambarkan, pembeli kendaraan listrik memiliki ciri khas yang membedakan dari pembeli mobil konvensional. Trennya pun semakin baik. Hal itulah yang jadi pemicu Wuling meluncurkan kendaraan listrik keduanya, BinguoEV.
“Yang merupakan ciri khas pembeli unit mobil listrik, adalah pembeli yang menyukai perubahan serta cost-aware karena mobil listrik seacara cost akan lebih ekonomis dibanding mobil konvensional,” pungkas Ivan.
Selain Air ev, Ioniq 5 dari Hyundai juga sudah lalu lalang di jalan perkotaan. Secara nasional, mobil ini juga menunjukkan tren pembelian positif. Tercatat ada 8.338 unit terjual sepanjang 2022-2023.
Di Kota Anging Mammiri, Hyundai dipasarkan di bawah bendera Galesong Group. Pembelinya signifikan. Kendati demikian membangun kesadarn masyarakat terhadap kendaraan listrik terus dilakukan.
“Dengan pameran-pameran dan edukasi kepada masyarakat hemat dan ramah lingkungan serta ramah di kantong,” beber GM Hyundai Pettarani William.
Di Sulsel, kendaraan listrik tidak hanya digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari saja. Tapi juga digunakan di area pertambangan. Unitnya bukan kendaraan biasa, melainkan bus karyawan dan truk material biji nikel.
Adalah PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), perusahaan pertambangan nikel yang menggunakan kendaraan listrik tersebut. Perusahaan ini beraktivitas di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel.
Pertengahan Desember 2023, PT Vale memperkenalkan bus listrik produksi PT MAB yang akan digunakan sebagai kendaraan operasional karyawan di Blok Sorowako.
Bus ini berkapasitas 48 penumpang, dengan tenaga maksimal 240 kilowatt, atau setara 320 horsepower, jauh lebih besar dari tenaga bus konvensional. Bus ini memiliki kapasitas baterai 315 KwH, setara 250 kilometer. Unit ini dilengkapi air suspension, sehingga lebih nyaman dari teknologi bus pada umumnya.
Bus listrik ini semakin efisien dengan teknologi regenerative braking, sehingga setiap pengereman dapat memberi kesempatan untuk pengisian daya baterai.
CEO PT Vale Indonesia Febriany Eddy mengatakan, peluncuran bus listrik pertama di Sulsel ini bertujuan mewujudkan target perseroan mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) absolut sebesar 33 persen pada 2030, serta menuju net zero emission pada 2050.
Febry bilang, bus listrik ini akan menjadi salah satu milestone konkret perusahaan dalam upaya kolaboratif berbagai pihak menurunkan emisi karbon.
“Uji coba unit bus untuk pertama kalinya merupakan salah satu langkah awal menuju target perseroan menurunkan emisi karbon,” paparnya saat memberikan sambutannya.
“Fasilitas ini dihadirkan untuk memudahkan kinerja kita, dan melindungi kita dari risiko bahaya di perjalanan ke tempat kerja. Terakhir, bus ini juga bisa berpotensi mendatangkan efisiensi secara biaya, sehingga menjadi produktivitas pada aspek finansial perusahaan,” ujarnya.
Tahun lalu, PT Vale juga telah meluncurkan truk listrik pertama untuk mendukung operasi tambang berkelanjutan dan rendah karbon di Blok Sorowako. Truk ini memiliki kapasitas muatan 70 ton.
Yulianti Marcelinna, operator truk listrik PT Vale Indonesia sesaat sebelum mengoperasikan kendaraan bberkapasitas 70 ton itu. Foto: Sri Wahyu Diastuti/Sulselsatu.com
Hemat, Bukan Sekadar Marketing
Hemat menjadi satu dari banyak keunggulan kendaraan listrik. Tapi, ini bukan sekadar jargon atau strategi pemasaran. Sebab redaksi SULSELSATU.com mengujinya langsung awal November 2023 lalu.
Wuling memberi kesempatan menguji bagaimana hemat dan tangguhnya salah satu kendaraan listriknya, Air ev. Jalurnya, Kota Makassar-Malino, di Kabupaten Gowa dengan jarak 127 kilometer pergi-pulang.
Malino merupakan daerah destinasi wisata di Sulsel. Ia punya kemiripan dengan Puncak, Bogor. Malino berada di dataran tinggi Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Jalur ke sana menanjak dan berliku.
Luar biasanya, Air ev yang bertubuh mungil mampu melahap jalur berat tersebut tanpa kendala. Suaranya senyap, tanpa emisi. Sementara dari sisi konsumsi energi, ia terbukti benar-benar irit.
Sulselsatu.com hari itu mengendarai Air ev varian long range dengan kapasitas baterai 26,5 kWh. Selama perjalan Makassar-Malino ini, Air ev mengkonsumsi 15,75 kWh atau rata-rata 8,06 kilometer per kWh.
“Jika harga pengisian per kWh dengan asumsi daya 3.500 ke atas adalah Rp1.699,5, maka biaya yang kita habiskan perjalanan Makassar-Malino PP itu Rp26.772,7 saja. Jauh lebih hemat dari kendaraan manual,” ucap PR Manager Wuling Motors Brian Gomgom.
Abu Ashar juga jadi saksi bagaimana iritnya kendaraan listrik. Selama tiga tahun, ia yang merupakan CEO PT Vale Indonesia menggunakan mobil listrik di area operasi perusahaan.
“Saya sangat menikmati menggunakan mobil listrik. Sebelumnya, saat masih menggunakan mobil konvensional setiap Minggu saya mengisi bensin atau solar 50-60 liter. Namun, setelah beralih ke mobil listrik, setiap minggunya saya hanya mengisi daya di garasi atau pun di tempat kerja, sehingga di mana pun bisa dicas dengan simpel, menurut saya sangat tidak merepotkan,” jelasnya.
Regulasi dan Dukungan PLN
Kendaraan listrik menjadi langkah strategis mengantisipasi kelangkaan energi dan masalah lingkungan di masa mendatang. Berbagai regulasi dan insentif dikeluarkan demi percepatan pengembangan kendaraan listrik ini, juga semata mewujudkan Indonesia Zero Emisi pada 2060.
Salah satu aksi nyata yang dilakukan pemerintah adalah terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No 55 Tahun 2019. Dalam Perpres ini disebutkan, percepatan program Kendaraan Berbasis Listrik (KBL) Berbasis Baterai untuk transportasi jalan diselenggarakan melalui percepatan pengembangan industri KBL Berbasis Baterai dalam negeri.
Selanjutnya pemberian insentif. Lalu, penyediaaan infrastruktur pengisian listrik dan pengaturan tarif tenaga listrik untuk KBL Berbasis Baterai, dan pemenuhan terhadap ketentuan teknis KBL Berbasis Baterai, serta perlindungan terhadap lingkungan hidup.
Hyundai Ioniq 5 menjadi sumber energi untuk menyalakan perangkat playstation dan televisi di kantor Galesong Group, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar. Foto: Sri Wahyu Diastuti / Sulselsatu.com
Percepatan pengembangan industri KBL Berbasis Baterai sebagaimana dimaksud, menurut Perpres ini, dilakukan melalui kegiatan industri KBL Berbasis Baterai danf atau industri komponen KBL Berbasis Baterai.
“Industri kendaraan bermotor roda dua dan roda empat atau lebih dan industri komponen kendaraan bermotor yang telah memiliki izin usaha industri dan fasilitas manufaktur dan perakitan dapat mengikuti program percepatan KBL Berbasis Baterai untuk transportasi jalan,” bunyi Pasal 5 ayat (2) Perpres ini.
Kebijakan ini juga dilaksanakan sebagai bentuk partisipasi Indonesia dalam industri kendaraan listrik. Indonesia sebagai produsen dan pasar mobil penumpang terbesar di Asia Tenggara, berpeluang memperkuat industri otomotif melalui kendaraan listrik.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin saat berada di Makassar memaparkan potensi industri otomotif di Indonesia.
Ia menjelaskan, salah satu industri utama di Indonesia adalah industri otomotif/ transportasi. Indonesia adalah pasar dan produsen mobil penumpang terbesar di Asia Tenggara. Tak hanya itu, dari sisi ekonomi sendiri, industri otomotif ini juga sangat penting.
Tercatat nilai ekspor Rp70 triliun tahun 2021 dengan pekerja 1,5 juta orang langsung. Jadi intinya industri otomotif adalah soko guru di ekonomi nasional dan tentunya ini harus dijaga.
“Industri kita ini punya potensi yang luar biasa yang perlu kita tingkatkan, dengan berbagai upaya yang salah satunya kita mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” tegasnya.
Menurut Rachmat, potensi ini didukung dengan sumber daya alam Indonesia yang dapat memenuhi permintaan rantai pasok kendaraan listrik global.
“Industri apa yang kita bangun tentunya yang cocok dengan sumber daya alam kita dan pasar kita. Salah satunya adalah industri otomotif, yang kebetulan kita punya critical minerals yang dibutuhkan untuk misalnya baterai dan mobil [listrik]. Jadi ini peluang yang sangat besar yang harus kita ambil. Jangan sampai kita hanya beli saja, tapi industri kita mati karena ini buatan pihak lain. Itulah kenapa kita harus bergerak mengenai ini dan pemerintah mendorong untuk memberikan beberapa bantuan mengenai ini,” katanya.
Rachmat menekankan bahwa dunia saat ini berbondong-bondong beralih ke kendaraan listrik. Hal ini selaras dengan upaya global mendorong dekarbonisasi, mengurangi emisi dan polusi dengan kendaraan listrik.
Sosialisasi tentang Dekarbonisasi Sektor Transportasi Melalui Adopsi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB)/ Kendaraan Listrik untuk Indonesia yang Lebih Baik, Makassar, Jumat 3 Novemver 2023. Foto: Sri Wahyu Diastuti / Sulselsatu.com
Trennya sejak penandatanganan Paris Agreement pada 2016. Kemudian sejak tahun 2017 ke atas, penjualan kendaraan listrik ini naik 50 persen setiap tahun dan ada tren dari berbagai negara ditunjukkan bahwa jika suatu negara itu telah mencapai 5-10 persen penjualan barunya kendaraan listrik, maka dia akan melewati titik kritis.
“Kalau kita melihat sendiri, di dunia ini pada tahun 2021 sudah 8,7 persen, kemudian tahun 2022 sudah 14 persen, dan tahun 2023 estimasi 18-20 persen. Jadi dunia secara global sudah melewati titik kritis ini. Jadi bayangan kita ini sudah mencapai poin dunia akan menuju ke kendaraan listrik,” paparnya.
Adapun penyumbang terbesar kendaraan listrik tersebut berasal dari tiga negara dengan pasar otomotif terbesar di dunia yakni China dengan hampir 30 persen pada tahun 2022, diikuti Uni Eropa sebesar 21 persen, serta Amerika sebesar 6 persen.
“Jadi mereka sudah lewat titik kritis, dan tren dunia akan menuju ke sana. Untuk Indonesia sendiri, keyakinan kita dari pemerintah pusat bahwa Indonesia juga akan ikut serta, karena kita lihat bahwa begitu sudah mengadopsi kendaraan listrik di Indonesia, dia akan mendapatkan beberapa keunggulan,” ujarnya.
Sementara itu, PT Perusahaan Listrik Indonesia (PLN) menunjukkan keseriusannya sebagai pemain utama dalam ekosistem ini. Mereka memberi dukungan dengan berbagai promo.
Awal Januari 2023, PLN memperkenalkan promo Super Everyday, yakni promo penyambungan baru (PB) untuk pengisian daya di rumah atau home charging. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat penggunaan kendaraan listrik dan infrastruktur ekosistem.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto mengatakan, Super Everyday merupakan salah satu upaya PLN untuk mempercepat pemakaian kendaraan listrik.
“Melalui promo ini, masyarakat diharapkan bisa mengisi daya kendaraan listrik sendiri di rumah. Biaya penyambungan listrik ini jauh lebih hemat,” kata Gregorius.
Promo Super Everyday dapat diikuti oleh semua golongan tarif pelanggan PLN, dengan rincian pelanggan tegangan rendah (TR) 1 Fasa sampai dengan daya 7.700 VA dan Pelanggan TR 3 Fasa sampai dengan daya 13.200 VA.
Lewat promo ini, pelanggan mendapatkan harga spesial di mana pelanggan 1 Fasa dengan pilihan daya akhir 7.700 VA hanya membayar Rp 850 ribu dari harga normal sekitar Rp 7,49 juta. Sementara, bagi pelanggan 3 Fasa dengan pilihan daya akhir 13.200 VA hanya membayar Rp3,5 juta dari harga normal berkisar senilai Rp 14,6 juta.
Pelanggan juga akan mendapatkan diskon tarif tenaga listrik sebesar 30 persen pada pukul 22.00 – 05.00 dari pemakaian home charging.
Sepanjang tahun 2022, sebanyak 738 pelanggan yang menggunakan mobil listrik telah menikmati Promo Super Everyday ini. Promo ini juga masih berlaku sampai dengan 31 Desember 2023.
“PLN berkomitmen mendukung pemerintah dalam mendorong pemakaian kendaraan listrik, salah satunya lewat promo ini. Harapannya, terwujud lingkungan dan udara yang lebih bersih,” pungkas Gregorius.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News