Kans Putra Mahkota di Pilkada

Kans Putra Mahkota di Pilkada

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) tahun 2024 menjadi ajang bagi anak eks kepala daerah di Sulsel untuk melanjutkan kepemimpinan orang tuanya.

Berdasarkan catatan Sulselsatu.com, sejumlah anak mantan kepala daerah siap meramaikan Pilkada 2024 tahun ini.

Diantaranya Farid Kasim Judas (anak Judas Amir) di Pilwalkot Palopo, Mitra Fakhruddin (anak Muslimin Bando) di Pilkada Enrekang, Arham Basmin (anak Basmin Mattayang) Pilkada Luwu.

Berikutnya, Ulfa Nurul Huda (anak Suardi Saleh) di Barru dan Yusuf Mando (anak Dollah Mando) Pilkada Sidrap.

Lalu bagaimana kans putra mahkota di Pilkada 27 November mendatang?

Pengamat politik asal Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Sukri Tamma, mengatakan modal maju Pilkada minimal ada tiga parameternya.

“Modal Politik, sosial, dan secara ekonomi, nah siapapun yang punya 3 modal ini berpotensi untuk maju, kalau kita liat putra mahkota inikan hampir punya semuanya, paling tidak orang tua mereka punya basis,” jelas Sukri kepada Sulselsatu.com, Selasa (2/7/2024).

Dari sejumlah nama putra mahkota yang akan maju di Pilkada, orang tuanya menjadi pejabat elit di partai, sehingga membuka peluang bagi anaknya untuk mendapatkan dukungan Parpol.

“Kalau pun secara politik, orang tua mereka berdekatan dengan partai politik bahkan ada yang jadi  kader hingga elit partai, kalau kita bicara ekonomi ya secara sederhana kita bisa bilang bahwa para mantan kepala daerah, secara ekonomi cukup mapan untuk maju,” ungkap Dekan Fisip Unhas itu.

Meski begitu, Sukri menyampaikan putra mahkota yang akan maju punya tantangan tersendiri, sebab orang tuanya tidak lagi sebagai kepala daerah.

“Jadikan hampir semua wilayah ini, kecuali Gowa, Maros dan beberapa daerah, tapi hampir semua Pj sehingga artinya pemikiran kalau dia putra mahkota harapannya dia bisa salah satunya adalah sistem birokrasi. Tentu apakah masih mungkin, saya kira sangat-sangat bisa, itu dijalankan tergantung orang tuanya bagaimana selama ini memimpin birokrasi,” tutur Guru besar Unhas tersebut.

Peluang mendapatkan dukungan ASN kata Sukri terbuka lebar buat putra mahkota, meningat kepemimpinan di tingkat OPD juga banyak diincar para ASN.

“Pilkada itukan salah satu jalur cepat untuk ASN (promosi jabatan), diluar itu perlu proses kan. Kalau kita berbicara Pilkada kan kemudian mereka mendukung, kalau mendukung kandidat yang menang itu artinya bisa ekspres untuk dipromosikan,” tutup Sukri. (*)

Penulis: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga