Tarik Ulur Penentuan Calon Pendamping di Pilwalkot Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2024 makin dinamis. Figur yang menyatakan diri maju sebagai 01 tak kunjung menentukan calon calon wakilnya (02).
Penentuan pasangan atau pendamping masih terkesan tarik ulur. Bahkan, simulasi paket bakal calon Wali Kota Makassar dan wakil mulai bermunculan.
Misalnya, Bakal calon Wali Kota Makassar dari Partai Golkar, Munafri Arifuddin santer diwacanakan akan berpasangan dengan Aliyah Mustika Ilham.
Flayer Appi-Aliyah juga dengan cepat beredar di media sosial dengan tagline ‘Makassar Mulia’. ‘Mulia’ merupakan akronim dari gabungan Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham.
Appi menyatakan, pertemuan dengan Aliyah tak lepas dari komunikasi yang dibangun bersama dengan Ilham Arief Sirajuddin. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas berbagai isu termasuk konstelasi di Pilwali Makassar.
Appi hampir pasti akan mengendarai Partai Golkar yang punya enam kursi di DPRD Makassar. Sementara Aliyah masih menunggu keputusan dari Partai Demokrat yang hanya punya tiga kursi.
“Kalau saya sudah hampir fiks (rekomendasi partai) sisa menunggu DPP. Adapun Demokrat, itu urusan internal partai mereka,” ujar dia.
Appi menyatakan terbuka untuk simulasi pasangan dengan Aliyah. Hanya saja, Partai Demokrat memiliki kader lain yang ingin maju di Pilwali Makassar yakni Adi Rasyid Ali dan Abdul Rahman Bando.
Kemudian ada wacana paket Andi Seto Asapa-Rezky Mulfiati Lutfi (Seto – Rezky). Rezky Mulfiati adalah politisi perempuan dari NasDem. Anggota DPRD Sulsel dua periode dapil Makassar B itu disebut calon kuat untuk mendampingi Andi Seto.
Menanggapi itu, Sekretaris Tim Pemenangan Andi Seto Asapa Illank Radjab mengatakan, hingga detik ini Andi Seto Asapa belum menentukan calon wakilnya.
Bahkan, isu Andi Seto berpasangan Rezki di Pilwalkot Makassar kata Illank hanya isu belaka dari sejumlah kelompok. “Kami belum menentukan sama sekali siapa yang akan menjadi calon 02 (Andi Seto) pun jika ada nama, gambar, atau pamflet yang beredar yang mencoba memasangkan Andi Seto Asapa dengan figur-figur tertentu, hal tersebut hanyalah rumor yang tak berdasar,” ungkap Illank.
“Termasuk yang mengisukan bahwa Andi Seto akan berpasangan dengan Rezky, itu hanyalah klaim sepihak dari oknum yang mencoba menunggangi potensi elektoral Andi Seto,” tambah dia.
Illank juga menegaskan jika saat ini Andi Seto telah membentuk tim ahli yang khusus membahas isu-isu strategis pemenangan, termasuk siapa yang paling cocok berpasangan dengan Andi Seto.
Terbaru, potensi kolaborasi strategis antara bakal calon Walikota Makassar, Indira Yusuf Ismail, dengan Ketua PKB Sulsel, Azhar Arsyad.
Hal ini tercermin saat H. Azhar Arsyad, bersama jajarannya, berkunjung ke kediaman Indira Yusuf Ismail di Jl. Amirullah, Makassar, Jumat (19/07/2024) malam. Dalam pertemuan terbatas ini, Indira Yusuf Ismail terlihat akrab berbincang dengan Azhar Arsyad.
Sejumlah topik menarik menjadi pembicaraan mereka. Salah satunya adalah peluang Ketua PKB Sulsel mendampingi Indira Yusuf Ismail di Pilwalkot Makassar 2024.
Menyikapi hal tersebut, Indira Yusuf Ismail mengatakan bahwa belum menentukan siapa sosok bakal calon Wakil Walikota yang akan mendampinginya. Namun, pertemuan tersebut menjadi pintu pembuka komunikasi politik antara dirinya dengan Ketua PKB Sulsel, Azhar Arsyad.
“Semua masih dinamis. Belum ada kesepakatan, belum ada yang pasti. Silaturahmi ini bertanda baik. Kita tahu sosok Azhar Arsyad adalah politisi handal,” ujarnya.
Ia melanjutkan bahwa pencapaian PKB Sulsel membuat semua orang kagum, terbukti dengan perolehan 8 kursi di DPRD Sulsel dan 5 kursi di DPRD Makassar dengan total suara 66.934 berdasarkan hasil penetapan KPU.
“Pencapaian yang luar biasa. Semoga saya dan Pak Azhar Arsyad bisa bertemu di titik yang sama,” ujar Indira Yusuf Ismail di sela-sela pertemuan.
Indira Yusuf Ismail menambahkan bahwa dalam menentukan siapa figur calon Wakil Walikota yang akan mendampinginya, dibutuhkan komitmen yang kuat, khususnya dalam memenangkan pertarungan di Pilwalkot Makassar. Ia menilai pertarungan sudah dimulai dan semakin hari suhu politik semakin meningkat.
“Kita harus memenangkan pertarungan ini. Salah satu caranya adalah dengan menentukan wakil yang tepat. Harus sevisi dan memiliki komitmen yang kuat untuk mengedepankan kepentingan masyarakat. Insya Allah dalam waktu dekat ini sudah ada kepastian,” ucap Indira Yusuf Ismail dengan nada optimis.
Sementara itu, Ketua PKB Sulsel, Azhar Arsyad, mengatakan bahwa berdasarkan survei internal yang dilakukan pihaknya, Indira Yusuf Ismail memiliki peluang besar menjadi Wali Kota Makassar.
“Tidak bisa dipungkiri, sosok Ibu Indira Yusuf Ismail berpeluang besar memenangkan pertarungan di Pilwalkot Makassar. Grafiknya semakin hari semakin naik. Ini bukan asumsi atau opini, tapi berdasarkan data-data yang akurat,” ungkap Azhar Arsyad.
Politikus bertangan dingin ini menambahkan bahwa peluang dirinya sebagai bakal calon Wakil Walikota mendampingi Indira Yusuf Ismail akan disikapi secara serius di internal PKB.
“Alhamdulillah jika ada wacana seperti itu. Kami menyambutnya dengan senang hati. Dalam waktu dekat kami akan melakukan pembicaraan yang lebih intens dan mendalam dengan Ibu Indira Yusuf Ismail dan tim, khususnya dengan Bapak Danny Pomanto,” ujar Azhar. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News