Kandidat Tak Kunjung Deklarasi

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar semakin dekat. Namun para kandidat yang menyatakan maju tak kunjung menentukan siapa yang akan digandeng sebagai calon wakil yang ditandai dengan deklarasi.
Beberapa nama yang hampir pasti maju di antaranya adalah Ketua DPD I Golkar Sulsel, Munafri Arifuddin (Appi), istri Wali Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, serta mantan Bupati Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Seto Gadhista Asapa.
Munafri Arifuddin atau Appi kabarnya bakal menggandeng Aliyah Mustika Ilham. Namun isu paket tersebut tak kunjung melakukan deklarasi.
Flayer Appi-Aliyah juga dengan cepat beredar di media sosial dengan tagline ‘Makassar Mulia’. ‘Mulia’ merupakan akronim dari gabungan Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham.
Appi hampir pasti akan mengendarai Partai Golkar yang punya enam kursi di DPRD Makassar.
Baru-baru ini juga, mantan CEO PSM Makassar ini menerima surat rekomendasi dukungan resmi dari Partai Perindo untuk bertarung di Pilwali Makassar 2024.
Penyerahan surat rekomendasi dilakukan oleh Ketua Desk Pilkada Partai Perindo, Angela Tanoesoedibjo, di Jakarta pada Senin, 29 Juli 2024.
Meskipun Partai Perindo hanya memiliki satu kursi di DPRD Kota Makassar, keberadaan infrastruktur partai hingga tingkat bawah diharapkan dapat memberikan dampak signifikan.
“Rekomendasi dari Perindo tentu sangat penting. Saat ini, kami sudah memiliki 7 kursi dengan dukungan dari Golkar sebanyak 6 kursi dan Perindo 1 kursi,” kata Appi.
Untuk memenuhi syarat pengusungan sebesar 20 persen atau 10 kursi di DPRD Makassar, Appi masih membutuhkan tambahan tiga kursi.
Soal wakil, Appi mengaku saat ini sudah ada beberapa nama yang sudah mulai mengerucut, mulai dari kandidat bisa membawa kursi untuk mencukupkan koalisi. Dimana Golkar memiliki 6 kursi, sementara syarat maju minimal 10 kursi. Sehingga kata dia masih melakukan komunikasi politik.
“Jadi ada yang datang dengan membawa partai, ada juga yang datang dengan membawa komunitas (dukungan),” kata Munafri Arifuddin belum lama ini.
Sehingga kandidat yang diajak komunikasi saat ini itu menjadi pertimbangan dan itu sementara dia pantau melalui timnya. Bagaimana peluang menang jika dia menggandeng kader Parpol yang membawa kursi dan bagaimana peluang jika kandidat tersebut memiliki relawan atau komunitas.
Hal yang sama juga berlaku pada wacana Andi Seto Asapa-Rezky Mulfiati Lutfi (Seto – Rezky) yang juga tak kunjung deklarasi.
Rezky Mulfiati adalah politisi perempuan dari NasDem. Anggota DPRD Sulsel dua periode dapil Makassar B itu disebut calon kuat untuk mendampingi Andi Seto.
Menanggapi itu, Sekretaris Tim Pemenangan Andi Seto Asapa Illank Radjab mengatakan, hingga detik ini Andi Seto Asapa belum menentukan calon wakilnya.
Bahkan, isu Andi Seto berpasangan Rezki di Pilwalkot Makassar kata Illank hanya isu belaka dari sejumlah kelompok. “Kami belum menentukan sama sekali siapa yang akan menjadi calon 02 (Andi Seto) pun jika ada nama, gambar, atau pamflet yang beredar yang mencoba memasangkan Andi Seto Asapa dengan figur-figur tertentu, hal tersebut hanyalah rumor yang tak berdasar,” ungkap Illank.
Diketahui, Partai Gerindra mengusung pasangan Andi Seto Gadhista Asapa (ASA)-Rezki Mulfiati Lutfi di Pilwalkot Makassar 2024. Keduanya telah menerima surat rekomendasi format B.1 KWK dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.
Selain itu, paket ini juga mendapat dukungan dari PSI. Hal itu tertuang dalam surat 013/SU/DPW-VII/2024 yang ditandatangani Ketua DPW PSI Muhammad Surya dan Sekretaris PSI Maqbul Halim.
Dengan usungan PSI ini, paket Seto-Kiki semakin di atas angin menuju kontestasi Pilwalkot Makassar November mendatang. Saat ini, Seto-Kiki telah mendapatkan rekomendasi dari Gerindra dengan perolehan 6 kursi, kemungkinan NasDem bakal ikut bergabung karena Kiki merupakan kader NasDem.
Jika kedua partai itu digabung maka Seto-Kiki sudah mendapatkan 14 kursi, sebab NasDem memiliki 8 kursi di parlemen Makassar. Sementara syarat minimal untuk maju adalah 10 kursi.
Sementara itu, Wali Kota Makassar yang juga suami Indira Yusuf Ismail, Danny Pomanto membuka opsi untuk istrinya Indira Yusuf Ismail berpaket dengan anak muda atau Gen Z pada Pilwalkot Makassar, 27 November mendatang.
“Kalau emak-emak campur dengan Gen z selesai barang-barang itu. Langsung jagai anakta berjalan juga, kalau emmak-emmak dengan Gen Z,” tuturnya.
Dia melihat bahwa Gen Z itu banyak sebab memandang bahasa untuk Gen Z bagi Indira yang tidak terlalu ahli dalam membahasakan itu meskipun anak-anaknya semua Gen Z juga. “Jadi kau Gen Z dengan Gen Z nah itu menariknya, saya melihat dari sisi itu,” tuturnya.
Ditanya soal jadwal deklarasi, Danny Pomanto enggan terburu – buru mengumumkan pendamping Indira. Biarkan Indira paling terakhir menentukan pasangan.
“Tetapi yang jelas semua dari semua itu konsep bertarung bagaimana sampai menang, itu sangat penting dan pengalaman dari saya,” kata Danny Pomanto.
Diakui Danny Pomanto, sejauh ini dirinya hanya mengarahkan istrinya untuk lebih intens turun ke lapangan menyapa masyarakat. Sekaligus berupaya menarik simpati pemilih. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News