Kala Teater Siap Tampilkan “Benam Benih-Perjalanan Silam dan Hidup” di Indonesia Bertutur 2024 di Bali

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kala Teater akan turut berpartisipasi dalam program Indonesia Bertutur 2024, yang diinisiasi oleh Direktorat Perfilman, Musik, dan Media dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Program ini merupakan sarana untuk menjelajahi cagar budaya dan warisan budaya tak benda yang relevan dengan kehidupan saat ini.
Acara tersebut akan diselenggarakan di Batubulan, Ubud, dan Nusa Dua, Bali, pada 7–18 Agustus 2024, dengan mengangkat tema “Subak,” sebuah sistem irigasi tradisional yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia.
Kala Teater yang merupakan perkumpulan seni budaya yang bergerak di jalur teater kontemporer di Kota Makassar akan menampilkan pertunjukan berjudul “Benam Benih – Perjalanan Silam dan Hidup” yang merupakan bagian dari proyek jangka panjang mereka, Proyek Kota dalam Teater, yang memfokuskan pada isu-isu perkotaan melalui riset mendalam sejak 2015 hingga 2025.
Sutradara dan penulis naskah, Shinta Febriany, mengungkapkan bahwa pertunjukan ini merupakan upaya untuk mengimajinasikan kembali tradisi melalui teater.
“Benam Benih – Perjalanan Silam dan Hidup menelusuri keterkaitan antara pengetahuan lokal tentang ketahanan pangan masyarakat Bugis dengan tantangan kontemporer yang kita hadapi saat ini, termasuk perubahan iklim, modernisasi, serta dampaknya pada sistem pangan global, lingkungan hidup, hak asasi manusia, dan wacana gender,” ujar Shinta.
Dalam penciptaan karya ini, Kala Teater memanfaatkan dan menafsirkan ulang struktur dramaturgi ritual Maddoja Bine, serta mengangkat kisah-kisah dari teks I La Galigo, seperti Sangiang Serri dan Meong Palo Karellae, hingga ritual Mappadendang dan Lontara Pallaonrumang.
“Pertunjukan ini juga melibatkan Maestro Maddoja Bine, I Tangang, yang berkolaborasi langsung dalam proses kreatif,” imbuh Shinta.
Pimpinan Produksi “Benam Benih – Perjalanan Silam dan Hidup,” Nurul Inayah, menyampaikan bahwa pertunjukan ini akan digelar di Panggung Ekayana, Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma, Ubud Bali pada 13 Agustus 2024, pukul 20.00 WITA.
“Pertunjukan ini akan menjadi penutup program Ekayana, dalam rangkaian Indonesia Bertutur 2024,” jelas Nurul.
Produksi “Benam Benih – Perjalanan Silam dan Hidup” juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung, termasuk Meditatif Films, Aruwa Studio, Sanggar Seni Sipakainge’, Toko Bekal Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru, Lembaga Seni Budaya Batara Gowa, Pengelola Benteng Rotterdam, serta para responden riset yang terlibat.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News