Dinkes Jeneponto Sebut, Salah Satu Tanda Terkena Diabetes Yakni Sering Buang Air Kecil

Dinkes Jeneponto Sebut, Salah Satu Tanda Terkena Diabetes Yakni Sering Buang Air Kecil

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Penyakit Diabetes merupakan masalah kesehatan serius yang dapat berujung komplikasi hingga kematian jika tidak ditangani dengan benar. Salah satu gejala umum yakni sering buang air terus menerus.

Dikutip dari laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diabetes merupakan penyakit metabolik kronik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah, seiring waktu dapat menyebabkan kerusakan pada jantung, pembuluh darah, saraf, mata, dan ginjal.

Diabetes tipe dua merupakan jenis diabetes yang paling umum dialami oleh masyarakat. Penyakit ini terjadi ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin atau tidak menghasilkan cukup insulin, yang bertugas membantu mengontrol kadar gula darah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Suryaningrat kepada suselsatu.com, Minggu (18/08/2024) mengatakan tanda tanda terkena diabetes yakni sering Buang Air Kecil.

“Tanda tandanya, Sering haus, selalu buang air kecil terus menerus, merasa lelah sepanjang waktu. Untuk memastikan dilakukan pengecekan test gula darah. Karena kalau kategori gula basah biasanya ada luka yang lama sembuhnya,”ujarnya

Kata dia, Gula darah kering, juga dikenal sebagai hiperglikemia, terjadi ketika kadar gula darah seseorang berada di atas rentang normal. Ini bisa terjadi karena beberapa alasan, termasuk resistensi insulin, diabetes tipe 2, atau efek samping dari obat-obatan tertentu

“Ketika kadar gula darah berada di atas batas normal, ini dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, haus berlebihan, sering buang air kecil, dan berat badan yang sulit dikendalikan. Untuk Gula darah basah, juga dikenal sebagai hipoglikemia, terjadi ketika kadar gula darah seseorang berada di bawah rentang normal,”sambungnya.

“Ini biasanya terjadi ketika seseorang tidak makan cukup atau mengalami peningkatan aktivitas fisik tanpa mengganti energi yang hilang. Gejala umum hipoglikemia meliputi pusing, gemetar, pingsan, kebingungan, dan berkeringat berlebihan. Hipoglikemia dapat terjadi pada penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat-obatan tertentu yang menurunkan kadar gula darah,”tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto mencatat terdapat ribuan masyarakat Jeneponto mengidap penyakit Diabetes Melitus (DM), terhitung bulan Januari Hingga Juli 2024.

“Berdasarkan data yang kami miliki, sampai dengan bulan Juli jumlah penderita DM yang memeriksakan kesehatan secara berkala berjumlah 4.338 orang. Untuk sepanjang 2023 sebanyak 5.638 orang,”kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Suryaningrat.

Kata dia, fakto banyaknya masyarakat yang mengidap penyakit Diabetes Melitus ini akibat gaya hidup yang terlalu banyak mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula. Sementara mereka kurang beraktivitas.

“Faktor gaya hidup, seperti kurang melakukan aktivitas fisik, stres, dan konsumsi makanan tinggi gula, memainkan peran penting dalam terbentuknya penyakit ini. Selain itu, faktor genetik dan obesitas yang tidak ditangani dengan baik, cukup berpengaruh dalam peningkatan risiko diabetes,”ujarnya.

Rentang usia yang mengalami penyakit DM ini kata Suryaningrat, antara usia 15 tahun hingga 59 tahun. Oleh karena itu pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga pola makan dan rutin berolahraga.

“Harapan kami bagi masyarakat untuk rajin melakukan pemeriksaan kesehatan ke fasilitas kesehatan minimal sekali dalam setahun untuk mengetahui faktor resiko penyakit tidak menular seperti diabetes agar dilakukan pengendalian penyakit tersebut,”harapannya.

Ditanya, apakah salah satu faktor masyarakat mengidap penyakit Diabetes Melitus ini karena sering minum kopi dengan menuangkan gula yang berlebihan?

“Bisa jadi (kopi dengan campuran gula yang banyak, kemungkinan juga jadi penyebabnya red),”katanya.

Penulis : Dedi Jentak

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga