Peduli Sesama, Kapolres Jeneponto Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Tarowang

Peduli Sesama, Kapolres Jeneponto Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Tarowang

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Kapolres Jeneponto, AKBP Widi Setiawan di dampingi Oleh Kabag SDM Polres Jeneponto, AKP Syahrul, Kapolsek Batang, Iptu Baharuddin, meninjau lokasi bekas kebakaran di Kampung Borongloe, Desa Bontorappo, Kecamatan Tarowang, Selasa (03/09/2024) pagi tadi.

Dalam kunjungannya itu, AKBP Widi Setiawan menyerahkan bantuan sosial berupa sembako dan santunan kepada korban kebakaran sekaligus menyampaikan turut prihatinnya atas musibah yang terjadi.

“Kami dari jajaran kepolisian Polres Jeneponto turut prihatin atas musibah kebakaran ini, semoga bantuan yang kami bawa ini dapat meringankan beban mereka,” ujar AKBP Widi Setiawan.

Pihaknya pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Jeneponto untuk waspada di musim Kemarau, tidak membakar sampah, membuang puntung rokok disembarang tempat dan tetap memperhatikan instalasi listrik untuk mencegah terjadinya kosleting listrik.

Sebelumnya diberitakan, satu unit rumah panggung milik lelaki Takmu (60) Tahun, warga Dusun Borongloe, Desa Bontorappo, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, ludes terbakar rata dengan tanah.

Kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 16.30 wita, Minggu (01/09/2024). Warga setempat yang mengetahui adanya kebakaran langsung berdatangan melakukan pemadaman api dengan menggunakan alat seadanya.

Namun hembusan Anging yang cukup kencang membuat rumah panggung semi permanen berbahan kayu itu dengan cepat membakarnya.

“Benar satu rumah terbakar rata dengan tanah,” Kapolsek Batang Iptu Baharuddin kepada suslelsatu.com.

Kata Baharuddin, pihaknya pun langsung ke lokasi saat menerima laporan dari masyarakat adanya kebakaran.

“Berdasarkan keterangan Korban, sebelum kebakaran terjadi istrinya sedang di dapur dan tiba tiba mendengan suara kosleting listrik dari kamar anaknya. Tidak lama kemudian langsung terbakar,”katanya.

Korban pun panik kata Baharuddin dan mencoba memandang api namun tak berhasil.

“Tadi ada tiga mobil pemadam kebakaran datang, dua unit dari Damkar Pemkab Jeneponto dan satu unit damkar dati Bantaeng ke lokasi memadamkan api. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.30 wita,”ujarnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.

Penulis Dedi Jentak

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga