Proyek Pembangunan Dua Kantor Lurah di Makassar Gagal Tender

Proyek Pembangunan Dua Kantor Lurah di Makassar Gagal Tender

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pembangunan dua kantor lurah di Kota Makassar, yakni Kantor Lurah Buakana dan Kunjung Mae, harus ditunda hingga tahun depan setelah mengalami kegagalan dalam proses tender.

Berdasarkan informasi dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Makassar, proyek ini tidak dapat dilanjutkan tahun ini.

Menurut Kepala Bidang Bangunan Pemerintah Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Hajar Aswad, penyebab utama kegagalan tender ini adalah tidak ada peserta lelang yang memenuhi syarat atau kualifikasi yang dibutuhkan. Akibatnya, proyek tersebut tidak dapat diteruskan dalam waktu yang tersisa tahun ini.

“Kantor Lurah Buakana dan Kunjung Mae gagal tender. Buakana ada pendaftar tapi tidak ada yang memenuhi syarat, begitu juga Kunjung Mae. Kalau mau tender ulang tidak dapat (waktunya),” jelas Hajar Aswad, Selasa (17/9/2024).

Dengan kegagalan ini, anggaran untuk pembangunan kedua kantor tersebut telah dihapus dari APBD Perubahan. Hajar menyatakan bahwa proses pengerjaan proyek biasanya memakan waktu antara empat hingga lima bulan, belum lagi proses tender yang juga memerlukan durasi yang cukup panjang. “Jadi tidak terhitung sebagai Silpa karena anggarannya sudah dirasionalisasi di perubahan,” tambahnya.

Rencana pembangunan Kantor Lurah Buakana dan Kunjung Mae akan kembali dimasukkan dalam APBD Pokok 2025. Proses tender dini diharapkan dapat dilakukan lebih awal karena semua berkas dan dokumen perencanaan telah lengkap.

“Dimasukkan ke (program) 2025 nanti. Sudah diubah di perubahan. Usahakan tender dini,” imbuh Hajar.

Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan ini adalah sebesar Rp6 miliar, dengan alokasi Rp3 miliar untuk masing-masing kelurahan. Desain kantor lurah tersebut akan terinspirasi dari penutup kepala tradisional Makassar, patonro, dan akan terdiri dari tiga lantai.

Lantai pertama akan digunakan untuk pelayanan publik, lantai kedua untuk ruang kerja staf kelurahan, dan lantai ketiga akan berfungsi sebagai ruang pertemuan. Kantor ini juga direncanakan memiliki videotron di bagian depan untuk menampilkan informasi pelayanan masyarakat serta program Pemerintah Kota Makassar.

Selain itu, kedua kantor lurah tersebut akan dilengkapi dengan pembangkit listrik tenaga surya atau solar cell yang dapat digunakan sebagai sumber energi tambahan selain listrik dari PLN.

“Jadi nanti sistemnya hybrid. Bisa pakai listrik PLN, bisa juga dari solar cell,” pungkasnya. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga