Hadapi Tahapan Kampanye, Bawaslu Jeneponto Gelar Rakor Gakkumdu

SULSELSATU.com,JENEPONTO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jeneponto menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) di aula Cafe The Primiere, Jalan Kelara, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Selasa (23/09/2024).
Hadir dalam acara tersebut, Ketua Bawaslu Jeneponto, Muhammad Alwi, Wakapolres Jeneponto, Kompol Muh Idris, Kasipidum Kejari Jeneponto, Kasmawati Saleh, Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Syahrul R, Komisioner Bawaslu Jeneponto, Bustanil Nassa, serta para anggota Gakkumdu dan unsur pimpinan serta anggota Panwascam.
Ketua Bawaslu Jeneponto, Muhammad Alwi yang membuka kegiatan tersebut mengatakan pentingnya kegiatan Rakor ini digelar untuk menyamakan persepsi dalamrangka penanganan pelanggaran pemilu di tahapan kampanye Pilkada serentak 2024.
“Saat ini kita memasuki tahapan pelaksanaan kampanye, besok (Rabu) 25 September adalah star awal kampanye. Oleh karena itu hari ini kita menggelar rapat koordinasi dengan menghadirkan dua narasumber pertama Kasat Reskrim dan Kasipidum,”katanya.
Oleh karena itu, Muhammad Alwi berharap agar seluruh anggota Panwascam hingga ke tingkat pengawas desa dan kelurahan (PKD) ke bawah untuk bekerja maksimal dalam mengawasi jalanya pesta demokrasi ini agar tidak diciderai oleh oknum oknum tertentu.
“Pelanggaran pidana itu sangat besar potensinya, oleh karena itu pada kesempatan ini saya akan berharap teman-teman pimpinan panwascam yang sempat hadir pada kesempatan ini untuk bersama-sama mengawasi wilayahnya masing masing,”katanya.
Sementara Wakapolres Jeneponto, Kompol Muh Idris dalam sambutannya menyampaikan agar pengawas pemilu di Jeneponto betul betul bekerja profesional. Sebab kata dia, negara sudah membiayai dan menugaskan untuk melakukan pengawasan yang jujur dan adil.
“Harapan saya, pengawas pemilu harus profesional dalam melaksanakan tugas-tugasnya, karena akan menjadi tempat bertanya masyarakat yang mungkin dalam pelaksanaan pengawasan di lapangan ketika terjadi setiap permasalahan,”ujarnya
Namun demikian, pihaknya berharap agar terlebih dahulu dilakukan pencegahan.
“Jangan penindakan terus, usahakan kita lakukan pencegahan,”pungkasnya.
Sementara Komisioner Bawaslu Jeneponto, Bustanil Nassa, berharap agar kegiatan ini bisa mendapatkan ilmu untuk menyamakan persepsi atau penafsiran-penaksiran yang sama dalam penanganan pelanggaran pemilu.
“Saya pahami bahwa sesungguhnya teman teman Panwascam Kecamatan sudah pernah melewati tahapan Pemilu Pilcaleg dan Presiden kemarin, namun tak ada salahnya kita refresh kembali agar setiap penanganan itu dilakukan sesuai undang-undang yang berlaku,”pungkasnya.
Penulis Dedi Jentak
Cek berita dan artikel yang lain di Google News