Insiatif Sampah Jadi Pulsa Indosat Sudah Kumpulkan 437 Kilogram Sampah Botol Plastik

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Program inisiatif Sampah Jadi Pulsa Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) memungkinkan masyarakat berkontribusi aktif dalam pengurangan sampah.
Masyarakat dapat mengumpulkan dan menyetor botol plastik melalui Reverse Vending Machine (RVM) di berbagai kota di Indonesia.
Sampah Jadi Pulsa pertama kali diluncurkan Indosat pada 2022 lalu. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) Indosat di pilar lingkungan.
Khusus di Makassar, mesin tersebut hadir di Universitas Hasanuddin (Unhas). Tepatnya di kudapan BNI kantin jasboq Fakultas Kedokteran Unhas.
Sejak diluncurkan, program ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 23.000 botol plastik. Jumlah ini setara dengan 437 kilogram plastik.
Total sampah yang berhasil terkumpul tersebut dikonversikan menjadi pulsa digital senilai Rp14 juta, dengan partisipasi dari 1.032 pengguna.
Keberhasilan program ini menunjukkan komitmen Indosat yang berkelanjutan dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi limbah plastik sekaligus mempromosikan praktik lingkungan yang berkelanjutan.
Inisiatif inovatif Sampah Jadi Pulsa diperkenalkan di Circle Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Dimulai dari Universitas Hasanuddin di Makassar.
EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison Swandi Tjia mengatakan, Indosat ingin menunjukkan bagaimana sampah plastik dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai, sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk menjaga kelestarian lingkungan.
“Hal ini merupakan bagian dari kontribusi kami dalam mendukung pembangunan jangka panjang Indonesia dan juga wujud nyata tujuan besar Indosat dalam memberdayakan Indonesia,” kata Swandi.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News