Serapan DAK Pemkot Makassar Masih Rendah

Serapan DAK Pemkot Makassar Masih Rendah

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar meminta bantuan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan untuk memberikan asistensi terkait serapan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dinilai masih rendah.

Hal ini diungkapkan oleh Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Makassar dalam rapat koordinasi di Balai Kota Makassar, Senin (14/10/2024).

Dalam rakor tersebut, terungkap bahwa serapan DAK oleh Pemkot Makassar masih belum optimal. Beberapa kegiatan yang seharusnya sudah bisa menerima dana pada tahap tiga, masih berada di tahap dua. Kondisi ini berpotensi menunda atau bahkan menghentikan penyaluran dana jika tidak segera diatasi.

“Ada informasi bahwa ada beberapa di antaranya yang belum maksimal menyerap DAK padahal harusnya bisa menerima di tahap tiga, tapi ini masih di tahap dua,” ujar Arwin Azis.

Melihat kondisi tersebut, Arwin mengaku pihaknya telah meminta Kanwil Perbendaharaan Kementerian Keuangan menjadwalkan waktu khusus untuk memberikan pendampingan kepada Pemkot Makassar.

Pertemuan tersebut dijadwalkan pada hari Kamis, 17 Oktober 2024 mendatang dengan tujuan untuk memberikan arahan terkait langkah-langkah percepatan penyerapan DAK.

“Sehingga oleh Kanwil Perbendaharaan Kementerian Keuangan untuk berkenan mengalokasikan waktu khusus pada Pemkot Makassar untuk hadir di hari Kamis untuk memberikan kita arahan, memberikan kita dorongan, mengasistensi kita melakukan percepatan,” jelasnya.

Arwin juga menambahkan bahwa terdapat beberapa tahapan dalam penyaluran DAK yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah.

Jika salah satu tahapan tersebut tidak terpenuhi tepat waktu, maka ada kemungkinan besar dana tersebut tidak bisa disalurkan atau mengalami gagal bayar.

“Karena DAK itu ada tahapannya di mana ketika kita tidak penuhi tahapan itu, maka kemungkinan besar bisa gagal bayar atau tidak bisa disalurkan karena ada tahapan yang tidak bisa kita penuhi waktunya,” lanjutnya.

Ketika ditanya mengenai posisi serapan DAK hingga saat ini, Arwin menyatakan bahwa data tersebut masih dalam proses penginputan.

Rencananya, hasil evaluasi lengkap akan dipaparkan pada pertemuan Kamis mendatang bersama dengan Kanwil DJPb.

“Saya belum lihat, baru sementara kita mau input dulu datanya baru kemudian kita paparkan di hari Kamis sekaligus kita evaluasi,” tambahnya.

Dia berharap setelah pertemuan dengan pihak perbendaharaan, serapan DAK bisa dioptimalkan sehingga target yang ditetapkan dapat tercapai. “Mudah-mudahan bisa kita optimalkan setelah pertemuan dengan Perbendaharaan,” tutupnya. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga