Membangun Negeri, Menyambung Asa di Jeneponto Melalui TMMD Ke-122

Oleh: Letkol Inf Muhammad Amin
Dansatgas TMMD 122 Kodim 1425 Jeneponto
Pagi yang cerah dengan hembusan angin seakan menghalau terik panas matahari. Aku melangkah menyusuri setiap jengkal tanah yang kupijak, sambil bergumam dalam hati:
“Di tanah inilah aku harus berbuat untuk mewujudkan harapan warga yang mendambakan pembangunan jembatan dan jalan, agar kehidupan mereka menjadi lebih baik.”
Sepanjang jalan, aku menyapa warga yang kutemui dengan senyum penuh tanya. Mungkin, dalam hati mereka bertanya-tanya, “Ada apakah gerangan tentara dan pejabat pemerintah hadir di desa mereka?”
Sesekali aku menyapa warga yang sedang membawa peralatan bertani, “Mau ke sawah, Pak?” Mereka menjawab dengan anggukan dan senyuman yang ramah. Begitu juga para ibu yang kujumpai dalam perjalanan menuju pasar. Di pagi yang cerah itu, beberapa warga bersantai di teras rumah, menyeruput segelas kopi hitam, ditemani asap tembakau yang mengepul dari jari mereka.
Tidak lama kemudian, Kepala Desa Tuju, Bapak Muhammad Yunus, menghampiri rombongan kami dengan tergopoh-gopoh untuk bergabung. Ia menyampaikan permohonan maaf karena terlambat menyambut kami, disebabkan ada laporan warga bahwa saluran pengairan menuju persawahan tersumbat.
Kabupaten Jeneponto memiliki luas wilayah sekitar 749,79 km² yang terbagi menjadi 11 kecamatan dan 113 desa dan kelurahan. Desa Tuju memiliki luas wilayah 1.410 hektar, sementara Kelurahan Bulujaya memiliki luas 1.500 hektar, dengan akses jalan yang berbatu dan medan datar. Jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Tuju dengan Kelurahan Bulujaya di Kecamatan Bangkala Barat.
Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri dan Dansatgas TMMD 122, letkol Inf Muhammad Amin tinjau lokasi pembangunan Jembatan di Desa Tuju (Dedi/sulselsatu.com)
Kodim 1425 Jeneponto melaksanakan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-122, yang dipusatkan di Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.
TMMD bukan hanya sekadar program pembangunan fisik; ini adalah wujud sinergi antara TNI dan masyarakat. Dalam TMMD kali ini, berbagai sektor menjadi fokus perhatian, termasuk ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Sebelum pelaksanaan, tim dari Kodim 1425 melakukan survei dan identifikasi kebutuhan masyarakat. Hasil survei menunjukkan bahwa akses jalan dan sarana infrastruktur lainnya merupakan prioritas utama.
PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN UNTUK AKSES PEREKONOMIAN MASYARAKAT
Sejak dimulainya program TMMD 122, personel TNI bersama warga desa telah bekerja keras dengan semangat gotong royong untuk mewujudkan jembatan ini. Pekerjaan dimulai dengan survei lokasi, dilanjutkan dengan pembangunan pondasi dan struktur jembatan yang kokoh.
Pembangunan Jembatan penghubung Desa Tuju ke Kelurahan Bulu jaya, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto (Dedi/sulselsatu.com)
Selama proses konstruksi, berbagai tantangan cuaca dan medan tidak menyurutkan semangat para pekerja karena mereka menyadari betapa pentingnya pembangunan ini bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan, adalah salah satu pilar penting dalam meningkatkan akses perekonomian masyarakat.
Di Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, pembangunan jalan dan jembatan melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-122 menjadi tonggak harapan baru bagi warga setempat.
Sebelum pelaksanaan TMMD, jalan yang menghubungkan desa ini dengan pusat pasar dan lokasi pertanian berada dalam kondisi memprihatinkan.
Jalan yang berlubang dan tidak rata menyulitkan para petani untuk mengangkut hasil panen mereka. Di musim hujan, akses jalan sering kali terputus, menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
TMMD WUJUDKAN MIMPI WARGA DESA TUJU DI JENEPONTO, MILIKI AKSES JALAN DAN JEMBATAN
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-122 menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, untuk merasakan pembangunan infrastruktur.
TMMD di Desa Tuju mencakup perintisan dan pelebaran jalan, pembangunan jembatan, serta rehabilitasi fasilitas umum. Program ini mendobrak sekat antar dua dusun yang sebelumnya dipisahkan oleh aliran sungai.
Sejak hari pertama, warga Desa Tuju berbondong-bondong menyambut kehadiran prajurit TNI yang siap membantu. Dengan senyum dan semangat, mereka bekerja berdampingan dalam setiap kegiatan.
Keberadaan jalan yang layak menjadi salah satu fokus utama program ini. Dengan akses jalan yang baik, warga lebih mudah menjangkau pasar, sekolah, dan layanan kesehatan.
Namun, program ini bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang memberi peluang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan dan bagi petani untuk menjual hasil bumi mereka dengan lebih efisien.
TMMD tahun ini mengangkat tema “Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah.” Program ini tidak hanya berupa pembangunan fisik, tetapi juga membangun kebersamaan, solidaritas, dan semangat gotong royong masyarakat.
Saling bahu-membahu, dua prajurit TNI mengangkat semen (Dedi/sulselsatu.com)
Di lokasi TMMD, terlihat para prajurit TNI dan masyarakat bekerja sama membangun jalan baru. Proses pembangunan dilakukan dengan menggunakan material berkualitas sehingga jalan yang dibangun diharapkan bertahan lama. Setelah selesai, warga bersyukur karena akses menuju pasar kini lebih mudah dan cepat.
Dandim 1425 Jeneponto, yang juga bertugas sebagai Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD 122, Letkol Inf Muhammad Amin, menyatakan bahwa selain perintisan dan pelebaran jalan, pembangunan jembatan juga menjadi prioritas penting bagi masyarakat.
Jembatan yang dibangun di atas sungai di dekat desa ini memudahkan warga beraktivitas tanpa terganggu aliran air.
“Dengan adanya jembatan ini, pengangkutan barang dan hasil pertanian menjadi lebih efisien, sehingga meningkatkan daya saing produk lokal di pasar,” ujar Letkol Muhammad Amin.
Dampak positif dari pembangunan jalan dan jembatan ini sudah mulai terasa. Petani kini dapat lebih cepat dan mudah menjual hasil pertanian mereka, mengurangi biaya transportasi, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan. Ketersediaan akses yang baik juga mendorong pengusaha lokal untuk membuka usaha baru, menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Di tengah hamparan alam yang indah, jembatan yang berdiri kokoh ini menjadi simbol harapan bagi masyarakat Desa Tuju.
“Dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa ke-122, pembangunan jembatan ini adalah momentum penting yang tidak hanya menghubungkan dua wilayah yang dipisahkan oleh sungai, tetapi juga impian dan aspirasi warga,” ujar Letkol Muhammad Amin.
Sebelum jembatan ini hadir, akses masyarakat ke berbagai tempat sangat terbatas. Sungai yang mengalir deras menjadi penghalang utama, terutama saat musim hujan. Mobilitas warga terganggu, mengakibatkan kesulitan menjangkau pasar, ladang, dan layanan kesehatan. Kondisi ini menghambat kehidupan ekonomi masyarakat.
Program TMMD 122 di wilayah Kodim 1425 Jeneponto menggunakan anggaran sebesar Rp2,5 miliar, bersumber dari APBD Kabupaten Jeneponto tahun 2024. Program ini bersifat swakelola dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, personel TNI, anggota Polri, dan masyarakat.
Kebersamaan prajurit TNI pacu pengerjaan sasaran fisik TMMD di Desa Tuju (Dedi/sulselsatu.com).
Sasaran fisik yang dikerjakan dalam TMMD 122 ini meliputi pembukaan jalan sepanjang 2,3 kilometer dengan lebar 5 meter, pembangunan jembatan penghubung sepanjang 7 meter dan lebar 5 meter. Selain itu, empat plat dekker ukuran 2 x 5 meter, serta talud sepanjang lebih dari 900 meter dengan lebar hampir 1 meter juga dibangun.
Adapun sasaran tambahan program unggulan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, berupa pembangunan lima titik sumur bor di Desa Tuju—tiga di antaranya dibangun di permukiman warga, sementara dua unit dibangun di persawahan petani. Selain itu, satu unit rumah tidak layak huni (RTLH) dibangun di Desa Tuju dan satu unit lagi di Desa Tino, Kecamatan Tarowang.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Tuju, Rahman, mengatakan bahwa kehadiran TMMD membangkitkan semangat gotong royong masyarakat setempat. Warga dari berbagai usia berkumpul dengan semangat tinggi, menyambut kehadiran prajurit TNI untuk bersama-sama melakukan pembangunan jalan dan renovasi fasilitas umum.
Rahman berharap dengan akses yang lebih baik, masyarakat Desa Tuju dapat lebih mudah mengangkut hasil pertaniannya. Karena itu, warga sangat bersemangat bergotong royong, mengaduk semen, dan saling membantu dengan semangat kebersamaan yang menyala.
“Dengan kerja sama ini, semua pekerjaan terasa lebih ringan. Terima kasih untuk TNI yang telah mewujudkan mimpi kami untuk memiliki akses jalan dan jembatan penghubung yang layak,” kata Rahman.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial, termasuk pelatihan keterampilan, penyuluhan kesehatan, dan pengobatan gratis yang menjadi bagian penting dari program ini.
Para prajurit tidak hanya membangun, tetapi juga berbagi pengetahuan, mengajak warga untuk mandiri dan berdaya. Semangat ini membawa angin segar, membuat warga merasa dihargai dan diperhatikan.
Anak-anak pun turut berpartisipasi dengan membantu mengumpulkan sampah di sekitar lokasi pembangunan. Mereka belajar nilai kebersihan dan tanggung jawab sambil menyaksikan orang tua dan prajurit bekerja keras.
Hari demi hari berlalu, dan terlihat betapa gotong royong mulai menghidupkan kembali ikatan sosial yang erat di antara warga. Cerita-cerita lama tentang kebersamaan dan saling membantu pun dibangkitkan kembali.
Setiap tawa, setiap langkah, dan setiap tetes keringat yang tercurah adalah bukti bahwa semangat gotong royong masih ada dan bisa diperkuat sebagai warisan leluhur.
TMMD PERKUAT SEMANGAT GOTONG ROYONG
Warga Desa Tuju, dari berbagai usia, berkumpul dengan semangat membara. Mereka bersatu padu menyambut kedatangan prajurit TNI yang membawa misi mulia: membangun infrastruktur dan menghidupkan kembali tradisi gotong royong yang telah menjadi warisan budaya.
Satgas TMMD 122 saling bahu-membahu dibawah terik matahari (Dedi/sulselsatu.com)
Mulai dari pembangunan jalan hingga renovasi fasilitas umum, setiap detik yang dihabiskan di lapangan menjadi momen berharga.
Proyek utama dalam program ini adalah perbaikan jalan desa yang rusak. Dengan akses yang lebih baik, harapan warga untuk meningkatkan perekonomian desa pun semakin terbuka.
Mereka bergotong royong mengangkat material, mengaduk semen, dan saling membantu dengan semangat kebersamaan yang menyala.
“Dengan kerja sama ini, semua pekerjaan terasa lebih ringan,” ujar Pak Rahman, salah satu tokoh masyarakat.
Setiap hari setelah menyelesaikan pekerjaan, personel Satgas berkumpul bersama warga untuk mandi, beribadah, dan makan bersama. Kehadiran prajurit TNI membangkitkan rasa kebersamaan yang semakin erat, membuat warga merasa diperhatikan dan didukung.
“Kami merasa seperti memiliki keluarga baru,” ungkap salah satu warga dengan penuh rasa syukur.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial. Program ini mencakup pelatihan keterampilan, penyuluhan kesehatan, dan pengobatan gratis, yang menjadi bagian penting dari TMMD.
Para prajurit tidak hanya membangun, tetapi juga berbagi pengetahuan, mengajak warga untuk mandiri dan berdaya. Semangat ini membawa angin segar, membuat warga merasa dihargai dan diperhatikan.
Anak-anak pun turut berpartisipasi dengan membantu mengumpulkan sampah di sekitar lokasi pembangunan. Mereka belajar tentang kebersihan dan tanggung jawab, sambil menyaksikan orang tua dan prajurit bekerja keras.
Hari demi hari berlalu, dan gotong royong mulai menghidupkan kembali ikatan sosial yang erat di antara warga. Cerita-cerita lama tentang kebersamaan dan saling membantu mulai dibangkitkan kembali. Setiap tawa, setiap langkah, dan setiap tetes keringat yang tercurah adalah bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup dan tetap bisa diperkuat.
RESPON PEMKAB JENEPONTO ATAS HADIRNYA PROGRAM TMMD
Penjabat (Pj) Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri, sejak awal merespons positif kegiatan TMMD ini. Ia menyampaikan bahwa dengan adanya perintisan jalan, akses bagi para petani untuk mengangkut hasil pertanian menjadi semakin mudah.
Proses perintisan dan pelebaran jalan di Desa Tuju Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto (Dedi/sulselsatu.com)
“Ini akan menjadi urat nadi perekonomian masyarakat di wilayah ini, karena jalan ini akan menghubungkan sentra-sentra produksi dan pemasaran. Saya yakin, dengan kondisi jalan yang memadai, pasti akan berdampak pada peningkatan hasil dan nilai pertanian yang dibudidayakan oleh para petani,” ujar Junaedi.
Junaedi yang ditemui di lokasi TMMD mengaku optimistis bahwa ke depannya masyarakat Desa Tuju dan Kelurahan Bulujaya akan lebih mudah mengangkut hasil pertanian mereka, yang pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
“Insyaallah, dengan adanya jalan ini, kami optimis akan mendorong peningkatan produktivitas dan pendapatan petani, sehingga perekonomian ke depan akan jauh lebih baik,” tambah Junaedi.
Kepala Desa Tuju, Muhammad Yunus, juga menyampaikan apresiasinya terhadap program TMMD ini.
“Kegiatan TMMD di desa kami sangat membantu pembangunan Desa Tuju, termasuk perintisan jalan, pembangunan jembatan, pembuatan sumur bor, perbaikan rumah layak huni, dan beberapa kegiatan sosial lainnya,” ungkapnya.
PENGAWASAN DAN EVALUASI TMMD SEBAGAI SARANA TOP-DOWN
Dalam setiap kegiatan yang terprogram, pengawasan dan evaluasi (Wasev) merupakan bagian penting, termasuk pada Program TMMD ke-122 yang diselenggarakan di Kodim 1425 Jeneponto.
Tim Wasev yang bertugas menjadi sarana evaluasi serta masukan dari komando atas terhadap berbagai kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya. Kesesuaian antara rencana dengan pelaksanaan di lapangan menjadi tolok ukur utama dalam menilai sejauh mana target sasaran fisik maupun non-fisik tercapai.
Tim Wasev TMMD yang dipimpin oleh Direktur Pit Pusterad Brigjen TNI Heri Dwi Subagyo tinjau lokasi TMMD 122 di Desa Tuju (Dedi/sulselsatu.com)
Selain melakukan pengawasan dan evaluasi, Tim Wasev juga melaksanakan kegiatan sosial, seperti pemberian bantuan sembako kepada anak-anak yang mengalami stunting.
Tim Wasev TMMD yang dipimpin oleh Direktur Pit Pusterad Brigjen TNI Heri Dwi Subagyo, bersama Kaur Renobsbak TNI Paban V/Bakti TNI Sterad Kapten Arh Andy Ackbar T, didampingi Kasi Ter Korem 141 Toddopuli dan Forkopimda Jeneponto, menyerahkan secara simbolis bantuan sembako kepada anak-anak stunting di lokasi TMMD di Dusun Ba’dopangkayya, Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto pada Kamis, (17/10/2024) lalu.
Selain memberikan bantuan, Brigjen TNI Heri Dwi Subagyo juga mengedukasi para orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan menjaga pola makan sehat bagi anak-anak.
Menurut Brigjen TNI Heri Dwi Subagyo, pemberian bantuan ini adalah bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesehatan dan masa depan generasi bangsa.
“Semoga bantuan ini dapat membantu meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, sekaligus mendukung pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Indonesia,” ujar Brigjen TNI Heri Dwi Subagyo.
Di tempat yang sama, Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri, memberikan sambutan mewakili pemerintah daerah dan Desa Tuju. Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan TMMD di Desa Tuju yang telah membawa dampak positif bagi masyarakat.
Rampung 100 persen, begini kondisi jalan penghubung Desa Tuju Ke Kelurahan Bulu Jaya, Kecamatan Bangkala Barat (Dedi/sulselsatu.com)
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini,” kata Junaedi Bakri.
“Kehadiran TMMD telah membantu percepatan pembangunan di desa-desa terpencil dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” tambahnya.
TMMD MENYASAR DUNIA PENDIDIKAN
Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1425 Jeneponto turut mengunjungi SD Negeri 21 Bangkala Barat di Desa Tuju.
Kunjungan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD ke-122, Letkol Inf Muhammad Amin, pada Selasa (08/10/2024) lalu dan disambut dengan antusias oleh para guru dan murid sekolah.
Dansatgas TMMD 122 Kodim 1425 Jeneponto, Letkol Inf Muhammad Amin serahkan baju seragam untuk murid SD Negeri 21 Bangkala Barat di Desa Tuju (Dedi/sulselsatu.com).
Dalam kunjungan tersebut, Letkol Inf Muhammad Amin memberikan bantuan seragam sekolah kepada 35 murid yang kurang mampu serta menyediakan nasi kotak bagi 138 murid.
Tidak hanya memberikan bantuan, para murid juga mendapatkan materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang dipimpin oleh Pasi Ter TMMD, Letda Cba Hasanuddin, bersama Serda Muhammad Ali.
Kegiatan ini merupakan dari bagian pembentukan karakter disiplin, kekompakan, serta cinta tanah air melalui pengajaran PBB dan materi Wasbang kepada para pelajar sejak dini.
“Latihan ini bukan hanya soal baris-berbaris, tetapi juga tentang bagaimana kita menanamkan rasa kebanggaan terhadap bangsa sejak usia dini,” ujar Pasi Ter, Letda Cba Hasanuddin.
Di tempat terpisah, Dansatgas TMMD Letkol Inf Muhammad Amin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program TMMD ke-122.
Ia menegaskan bahwa selain membangun infrastruktur desa, TMMD juga bertujuan membangun karakter bangsa melalui pembinaan generasi muda.
“Anak-anak adalah masa depan bangsa, maka kita perlu menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air kepada mereka,” ungkapnya.
PROGRAM TAMBAHAN TMMD KE-122 UBAH GUBUK WARGA MENJADI RUMAH LAYAK HUNI
“Rumahku, Istanaku” – peribahasa ini diwujudkan oleh prajurit TNI bagi warga Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Melalui program tambahan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-122 tahun 2024, prajurit Komando Distrik Militer (Kodim) 1425 Jeneponto berhasil ‘menyulap’ gubuk milik pasangan suami istri, Patahuddin (53) dan Murniati (50), menjadi rumah layak huni.
Dansatgas TMMD 122, Letkol Inf Muhammad Amin serahkan secara simbolis rumah layak huni untuk warga, Patahuddin (Dedi/sulselsatu.com)
Selama tujuh tahun terakhir, Patahuddin dan Murniati, beserta tiga anaknya, tinggal di kolong rumah panggung mereka yang lapuk dan perlahan-lahan runtuh, di Dusun Bonto Langga, Desa Tino, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto.
Sebagai seorang petani, Patahuddin tidak mampu memperbaiki rumah mereka dan terpaksa tinggal di bawah kolong rumah yang sederhana.
Berkat gotong royong masyarakat setempat dan bantuan TNI, rumah Patahuddin kini telah berdiri kokoh melalui program TMMD.
Saat ditemui di rumah barunya, Patahuddin tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada TNI yang telah membangunkan kami rumah layak huni,” ujar Patahuddin.
Komandan Kodim (Dandim) 1425 Jeneponto, Letkol Inf Muhammad Amin, menjelaskan awal mula pembangunan rumah Patahuddin. Saat itu, ia sedang melakukan kerja bakti di Desa Tino dan menerima laporan dari Babinsa setempat tentang kondisi Patahuddin yang tinggal di kolong rumah.
Tanpa ragu, Letkol Inf Muhammad Amin memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan renovasi.
Setelah sekitar sebulan, pada Minggu (20/10/2024), Letkol Inf Muhammad Amin secara simbolis menyerahkan rumah layak huni kepada Patahuddin.
“Kami berharap rumah ini dapat memberikan kenyamanan dan kesejahteraan bagi Pak Patahuddin sekeluarga,” ungkap Letkol Inf Muhammad Amin.
“Kegiatan ini adalah bagian dari upaya kami untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan mendorong pembangunan di wilayah pedesaan,” tambahnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Kodim 1425 Jeneponto dan masyarakat setempat yang bergotong royong, sehingga pembangunan rumah Patahuddin bisa terselesaikan.
Menurutnya, sasaran tambahan ini merupakan program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melalui TMMD ke-122.
Kepala Dusun Bonto Langga, Making Roa, turut mengucapkan terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah membantu pembangunan rumah tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari TNI, terutama Kodim 1425 Jeneponto. Kehadiran mereka benar-benar dirasakan oleh warga, khususnya keluarga Pak Patahuddin,” ungkapnya.
Program TMMD ke-122 ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, membangun solidaritas, serta memastikan kesejahteraan masyarakat pedesaan di berbagai sektor.
TETESAN KERINGAT YANG MEMBAWA KEMAJUAN DESA
Dalam setiap tetesan keringat yang tercurah, tersimpan harapan yang mendalam. Warga Desa Tuju meyakini bahwa melalui TMMD, impian mereka untuk hidup lebih baik semakin mendekati kenyataan. Mereka kini melihat pembangunan bukan hanya sebagai tanggung jawab pemerintah, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama.
Dilokasi TMMD, Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun mengapresiasi air sumur bor untuk persawahan petani Desa Tuju (Dedi/sulselsatu.com)
Di penghujung program TMMD ke-122, suasana haru menyelimuti acara penutupan. Warga menyampaikan rasa terima kasih kepada prajurit TNI yang telah mengorbankan waktu dan tenaga demi desa mereka.
“Kami telah menjadi satu keluarga,” ujar Bu Siti, seorang ibu rumah tangga, dengan mata berbinar. TMMD kali ini tidak hanya berhasil membangun infrastruktur, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi fondasi kekuatan masyarakat.
Desa Tuju kini siap menghadapi tantangan dan menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan penuh kebersamaan.
Dandim 1425 Jeneponto, Letkol Inf Muhammad Amin, menekankan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan adalah kunci kesuksesan. Masyarakat tidak hanya berpartisipasi secara fisik, tetapi juga memberikan masukan dan ide yang bermanfaat.
“Semangat gotong royong ini menguatkan ikatan sosial antar warga dan mendorong mereka untuk lebih berperan dalam pembangunan desa,” ungkap Letkol Inf Muhammad Amin.
Ia juga menambahkan bahwa rasa lelah terbayarkan setelah sebulan penuh bekerja keras untuk memenuhi target pembangunan. Dengan adanya perintisan jalan, pembangunan jembatan, serta kegiatan sosial lainnya, diharapkan harapan warga dapat terwujud.
“Apa yang kami lakukan bukan untuk mendapat pujian. Kami ingin kehidupan masyarakat menjadi lebih baik, bukan hanya dari sisi ekonomi. TMMD ini meninggalkan banyak harapan sebagai awal dari pembangunan berkelanjutan dan bukti kehadiran negara untuk menyejahterakan rakyatnya,” pungkasnya.
Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun, PJ Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri, Dansatgas TMMD 122, Letkol Inf Muhammad Amin, resmi menutup TMMD 122 Tahun 2024 (Dedi/sulselsatu.com).
Pada Kamis (31/10/2024), penutupan TMMD ke-122 di Desa Tuju dihadiri oleh Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun, di Lapangan Passamaturukan, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Acara ini juga dihadiri oleh Forkopimda Jeneponto dan tamu lainnya.
“Penutupan ini menandai berakhirnya program TMMD ke-122 yang dilaksanakan secara serentak dari tanggal 2 hingga 31 Oktober 2024. Pelibatan TNI dalam program pemerintah merupakan implementasi dari Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004,” ujar Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun.
“Pelihara hasil program TMMD ke-122 ini agar manfaatnya dapat dinikmati oleh masyarakat dalam jangka panjang. Untuk Satgas TMMD ke-122, lakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program ini agar dapat menjadi bahan perbaikan pada TMMD berikutnya,” tambahnya. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News