UPT Museum Mandala dan Societeit de Harmonie Gelar Workshop dan Lomba Content Creator, Ajak Generasi Muda Angkat Sejarah Perjuangan Bangsa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Museum Mandala dan Societeit de Harmonie, Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan dengan bangga menyelenggarakan kegiatan “Workshop dan Lomba Content Creator Museum Mandala” selama dua hari, mulai tanggal 3 hingga 4 Desember 2024.
Workshop dan Lomba Content Creator Museum Mandala ini digelar di kawasan Museum Mandala. Kegiatan ini bertujuan untuk menginspirasi dan memberdayakan para kreator muda untuk mengangkat sejarah perjuangan bangsa melalui media digital.
Museum Mandala, yang menjadi saksi bisu peristiwa heroik pembebasan Irian Barat, tidak hanya sekadar monumen sejarah tetapi juga merupakan ruang edukasi yang kaya akan nilai patriotisme. Melalui kegiatan ini, generasi muda diajak untuk menggali cerita di balik perjuangan para pahlawan dan menyampaikan pesan sejarah tersebut dengan cara yang kreatif dan relevan di era digital.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Andi Munawir, S.Pt., M.M.
Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa Museum Mandala adalah warisan tak ternilai yang menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa. “Melalui kegiatan ini, kami berharap nilai-nilai sejarah dapat diterjemahkan dalam bentuk konten kreatif yang dapat menjangkau generasi muda, sehingga mereka merasa terhubung dengan masa lalu dan terinspirasi untuk membangun masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Museum Mandala dan Societeit de Harmonie, Meirani Tenriawaru, S.STP., M.Si menjelaskan, pada hari pertama kegiatan diisi dengan workshop interaktif yang menghadirkan empat narasumber berpengalaman dari
“Mereka akan ditantang untuk menciptakan video pendek berukuran reels atau TikTok yang menggambarkan cerita sejarah Museum Mandala secara menarik dan relevan. Konten terbaik akan dipilih berdasarkan kreativitas, keakuratan informasi, dan dampak emosional yang dihasilkan. Pemenang lomba akan diumumkan pada akhir acara, dengan hadiah berupa uang tunai, sertifikat, dan plakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, membangun kesadaran sejarah melalui digital kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran sejarah di kalangan generasi muda. “Dengan menggabungkan edukasi sejarah dan kreativitas digital, Museum Mandala dapat menjadi lebih dari sekadar ruang pameran; ia menjadi medium untuk membangun kebanggaan dan identitas bangsa,” jelasnya.
“Museum Mandala bukan hanya sebuah tempat untuk menyimpan koleksi sejarah, tetapi juga ruang untuk mendekatkan generasi muda dengan nilai-nilai perjuangan bangsa. Melalui workshop dan lomba content creator ini, kami ingin menunjukkan bahwa sejarah bisa dikemas secara menarik dan relevan dengan kebutuhan era digital. Harapan kami, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga mampu menjadi duta sejarah yang kreatif dan inspiratif bagi masyarakat luas,” pungkas Kepala UPT. Museum Mandala dan Societeit de Harmonie, Meirani Tenriawaru, S.STP., M.Si.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi dan follow akun media sosial di @museummandala.mks Mari bersama-sama menjadikan sejarah sebagai inspirasi untuk berkarya!. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News