Dosen FIKK Gelar Pengabdian Masyarakat di SDN Mattoangin 2 Makassar

Dosen FIKK Gelar Pengabdian Masyarakat di SDN Mattoangin 2 Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sebagai wujud nyata peran aktif dalam Tridarma Perguruan Tinggi, sejumlah dosen dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Makassar melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di beberapa Sekolah Dasar (SD) di Kota Makassar.

Kegiatan yang bertajuk “Pembelajaran Pendidikan Jasmani Melalui Permainan Tradisional” bertujuan untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada siswa SD sekaligus meningkatkan aktivitas fisik mereka. Permainan seperti hadang, ma’dende dan egrang dijadikan media pembelajaran untuk mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, serta kesehatan fisik.

Ketua tim pengabdian, H. Lakamadi menyampaikan bahwa program ini bertujuan menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai terlupakan di tengah arus permainan modern berbasis teknologi.

“Kami ingin anak-anak kembali aktif secara fisik sambil mengenal budaya bangsa. Permainan tradisional adalah warisan budaya yang penuh nilai-nilai positif dan sangat relevan untuk mendukung pembelajaran pendidikan jasmani,” ujarnya.

Program ini melibatkan siswa kelas 5 dan kelas 6 dengan metode pembelajaran interaktif. Para dosen dibantu oleh anggota tim Pengabdi yaitu Ishak Bachtiar dan M. Irman Hasanuddin yang mengajarkan teknik bermain, aturan permainan, serta membimbing siswa agar memahami pentingnya kerja sama tim. Selain itu, siswa juga diajak untuk merefleksikan pengalaman mereka setelah bermain.

Kepala SDN Mattoangin 2 Makassar, Salma, S.Pd., mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, metode pembelajaran yang kreatif seperti ini tidak hanya mendukung aspek kognitif, tetapi juga mendukung perkembangan sosial dan emosional siswa.

“Anak-anak sangat antusias dan merasa senang karena belajar sambil bermain. Kami berharap kegiatan ini dapat berlanjut di masa mendatang,” katanya.

Program pengabdian ini tidak hanya memberikan dampak positif pada siswa, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi para dosen yang terlibat. Mereka mendapatkan umpan balik langsung dari siswa dan guru mengenai efektivitas metode pembelajaran yang dikembangkan.

Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat, terutama generasi muda, dapat lebih mencintai budaya lokal sekaligus menjalani gaya hidup aktif dan sehat melalui permainan tradisional.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga