Logo Sulselsatu

Respon Perdana Hasto Kristiyanto Usai Ditetapkan Tersangka KPK

Asrul
Asrul

Kamis, 26 Desember 2024 11:35

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, melontarkan sindiran tajam terhadap sosok yang dipecat dari partainya dan dinilai memiliki ambisi kekuasaan yang berlebihan.

Tanpa menyebut nama, Hasto menyebutkan bahwa individu tersebut bahkan terkesan ingin melanggar konstitusi dengan wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

“Ketika muncul intimidasi agar tidak dilakukan pemecatan terhadap sosok yang memiliki ambisi kekuasaan, sampai-sampai konstitusi sepertinya ingin dilanggar dengan perpanjangan masa jabatan tiga periode, ini adalah peringatan serius bagi demokrasi,” ujar Hasto dalam keterangannya, Kamis (26/12/2024).

Baca Juga : Jelang Pemeriksaan KPK, Hasto Tegaskan Komitmen Hormati Proses Hukum

Hasto juga menyinggung pentingnya menjaga demokrasi yang sehat. Ia menyebut bahwa suara rakyat tidak boleh dikebiri, sementara supremasi hukum harus ditegakkan tanpa intervensi.

“Dalam memperjuangkan demokrasi, kami memahami ada risiko besar. Namun, itulah bagian dari tanggung jawab sejarah yang harus dijalani,” tambahnya.

Hasto kemudian mengaitkan perjuangan kader PDIP dengan semangat pendiri bangsa, Bung Karno. Ia mengutip bab dalam biografi Bung Karno yang mengisahkan pengorbanan demi cita-cita kemerdekaan, termasuk menerima risiko masuk penjara.

Baca Juga : KPK Jadwalkan Pemeriksaan Perdana Hasto Kristiyanto Sebagai Tersangka

“Seluruh kader PDI Perjuangan harus siap menghadapi tembok kekuasaan demi rakyat. Kita harus berani menyuarakan kebenaran, meskipun itu berarti menghadapi risiko terbesar,” tegas Hasto.

Selain itu, Hasto mengungkapkan adanya intimidasi yang melibatkan aparat hukum serta penggunaan sumber daya negara untuk kepentingan politik praktis. Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan besar yang harus dilawan oleh partainya.

“Menghadapi tekanan yang begitu besar, kami tidak akan menyerah. Supremasi hukum, demokrasi, dan kedaulatan rakyat harus tetap diperjuangkan,” katanya.

Baca Juga : PDIP Sebut Penetapan Tersangka Hasto Kristiyanto Bermuatan Politis

Meskipun tidak menyebut nama, pernyataan Hasto sulit dipisahkan dari konteks pemecatan Jokowi, mantan Presiden RI, beserta anaknya Gibran Rakabuming Raka dan menantunya Bobby Nasution, dari keanggotaan PDIP.

Jokowi dan keluarganya diberhentikan oleh PDIP setelah dianggap tidak sejalan dengan nilai-nilai partai. Wacana tiga periode juga sempat menyeruak selama masa jabatan Jokowi, meskipun ia secara tegas menyatakan menolak gagasan tersebut.

Di tengah situasi yang penuh tekanan, Hasto menegaskan bahwa PDIP akan terus memperjuangkan nilai-nilai demokrasi.

Baca Juga : KPK Tetapkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Tersangka di Kasus Suap Harun Masiku

“Jangan pernah takut menyuarakan kebenaran. Seperti Bung Karno, jika harus menghadapi risiko besar demi cita-cita rakyat, kami akan tetap melangkah,” tutupnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News10 September 2026 09:26
CustoMAXi Yamaha 2026 Makassar Oktober Mendatang, Hadirkan Empat Kelas Kompetisi
Ajang modifikasi CustoMAXi Yamaha 2026 kembali digelar untuk mempertemukan pengguna dan modifikator MAXi Yamaha dari berbagai daerah di Indonesia....
Bisnis09 September 2026 22:49
Penjualan Kendaraan Hybrid Kalla Toyota Naik 137 Persen
Kalla Toyota mencatatkan pertumbuhan penjualan positif sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Salah satu penopang utamanya adalah penjualan kendaraan ...
News09 September 2026 20:15
KKPR Tiga Proyek Terbit, PLN UIP Sulawesi Lanjutkan Pembebasan Lahan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mencatat kemajuan dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan setelah Kesesuaian Kegiatan...
Video09 September 2026 19:53
VIDEO: Sengketa Lahan 33 Hektare di Makassar Kembali Memanas
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sengketa lahan seluas 33 hektare di kawasan Jalan Ujung Bori, Manggala, Makassar, Rabu (9/9/2026). Dua kelompok warga ter...