Cuaca Tak Menentu, Petani Didorong Siapkan Strategi Hadapi Kemarau Basah

Cuaca Tak Menentu, Petani Didorong Siapkan Strategi Hadapi Kemarau Basah

SULSELSATU.com, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan khusus kepada para petani di tengah kemarau 2025 yang diprediksi akan berlangsung lebih basah dan lebih singkat dibanding biasanya.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa anomali curah hujan yang masih tinggi selama periode kemarau berpotensi membawa dampak ganda bagi sektor pertanian.

“Di satu sisi, kondisi ini bisa menguntungkan bagi petani padi karena ketersediaan air irigasi tetap terjaga. Namun di sisi lain, petani hortikultura harus waspada karena tanaman seperti cabai, tomat, dan bawang lebih rentan terhadap kelembapan tinggi,” ujar Dwikorita, dikutip Senin (23/6/2025).

BMKG meminta petani hortikultura untuk mulai menyiapkan sistem drainase yang baik dan perlindungan tanaman yang memadai, guna mencegah potensi serangan hama dan penyakit yang meningkat saat kelembapan tinggi.

Imbauan ini sejalan dengan prakiraan cuaca bulanan terbaru BMKG yang menunjukkan bahwa sebagian wilayah Indonesia masih akan mengalami curah hujan di atas normal hingga Oktober 2025.

Ini menandakan bahwa musim kemarau tidak hanya mundur, tetapi juga akan disertai kondisi basah di beberapa wilayah.

Dwikorita menekankan pentingnya adaptasi cepat terhadap pola iklim yang tidak menentu.

“Perubahan iklim global membuat pola cuaca menjadi semakin sulit diprediksi. Kita tidak bisa lagi berpaku pada pola iklim lama,” katanya.

BMKG juga mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi dinamika cuaca yang berubah-ubah agar dampaknya bisa diminimalkan, khususnya di sektor pertanian yang paling rentan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga