PLN dan DPRD Luwu Timur Bahas Optimalisasi Daya 10 MW serta Sinergi Program CSR

SULSELSATU.com, Luwu Timur – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kamis (26/6/2025), bertempat di ruang rapat DPRD.
Pertemuan ini difokuskan pada dua agenda utama, yakni penyerahan daya listrik sebesar 10 Mega Watt (MW) dari PT Vale Indonesia Tbk ke PLN, serta evaluasi pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN selama lebih dari dua dekade beroperasi di wilayah Luwu Timur.
Ketua DPRD Luwu Timur, Ober Datte, yang memimpin jalannya rapat, menjelaskan bahwa RDP ini digelar sebagai bentuk pengawasan dan upaya mendorong transparansi dalam pemanfaatan sumber daya listrik dan kontribusi sosial perusahaan.
“RDP ini penting untuk memperjelas sejauh mana progres pemanfaatan daya listrik sebesar 10 MW yang telah diserahkan PT Vale ke PLN. Selain itu, kami juga ingin memastikan transparansi dan keberlanjutan program CSR yang telah dilaksanakan oleh PLN selama 21 tahun terakhir di Luwu Timur,” ungkap Ober.
a menegaskan bahwa keberadaan tambahan daya listrik tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam konteks pemenuhan kebutuhan energi maupun dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, Ober juga menyoroti perlunya sinkronisasi program CSR PLN dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Luwu Timur, yang saat ini masih dalam proses pembahasan oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak terjadi tumpang tindih antara program sosial dari pemerintah daerah dengan program CSR perusahaan seperti PLN. Sinergi ini penting agar bantuan sosial bisa tepat sasaran, efisien, dan memberikan dampak yang maksimal bagi masyarakat,” lanjutnya.
RDP ini juga menjadi momentum bagi DPRD untuk mengevaluasi komitmen PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, terutama dalam sektor energi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
Pihak PLN dan BPKAD memberikan sejumlah pemaparan terkait perkembangan penyerahan daya listrik, rencana distribusinya, serta rekam jejak pelaksanaan program CSR yang telah dilakukan di berbagai kecamatan di Luwu Timur.
DPRD Luwu Timur berharap hasil dari RDP ini dapat menjadi landasan kebijakan dan pengawasan yang lebih terarah, guna memastikan setiap program dan bantuan yang dijalankan benar-benar memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Kita semua menginginkan Luwu Timur tumbuh dan maju secara inklusif. Maka dari itu, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan sektor swasta seperti PLN sangat krusial,” tutup Ober Datte.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News