Nilai Pancasila Ditekankan Sejak Dini, Meity Rahmatia Ajak Masyarakat Kelola Keberagaman

Nilai Pancasila Ditekankan Sejak Dini, Meity Rahmatia Ajak Masyarakat Kelola Keberagaman

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan peserta memadati Ballroom Hotel Four Point by Sheraton Makassar pada Rabu (23/7/2025) untuk mengikuti Sosialisasi Penguatan Ideologi Pancasila.

Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan akademisi terkemuka, di antaranya Anggota DPR RI Fraksi PKS Meity Rahmatia, Direktur Pengkajian Kebijakan Pembinaan Ideologi Pancasila Prof. Dr. Muhammad Sabri, Guru Besar UIN Alauddin Makassar Prof. Firdaus Muhammad, dan dosen Universitas Hasanuddin Dr. Lukman Irwan.

Dalam paparannya, Meity Rahmatia menegaskan bahwa Pancasila lahir dari nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan harus menjadi pedoman moral bangsa di tengah keberagaman.

“Negara kita ini sangat beragam, baik suku, agama, maupun ras. Kalau keberagaman ini tidak dikelola dengan baik, tentu bisa menimbulkan perpecahan. Karena itu, merawat nilai-nilai Pancasila menjadi kewajiban kita semua,” ujarnya.

Meity juga menyoroti pentingnya pendidikan Pancasila sejak usia dini sebagai bekal masa depan generasi muda.

“Saya sedih jika nilai-nilai Pancasila tidak dikenalkan sejak dini kepada anak-anak kita. Begitu pula ajaran agama, harus lebih dulu ditanamkan agar menjadi benteng moral di masa mendatang,” tegasnya.

Prof. Dr. Muhammad Sabri mengapresiasi kehadiran Meity sebagai tokoh perempuan Sulsel di kancah nasional.

“Kita di Sulsel ini miskin tokoh perempuan yang tampil di tingkat nasional. Kehadiran Bu Meity menjadi warna tersendiri dalam dunia politik,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Pancasila memiliki dua dimensi: sebagai rumusan dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat.

“Nilai-nilai Pancasila tidak boleh dipertentangkan dengan agama, ras, atau budaya,” tambahnya.

Senada, Prof. Firdaus Muhammad menegaskan peran agama dalam menghidupkan nilai Pancasila.

“Indonesia adalah negara beragama. Kita bersyukur punya Soekarno yang menjahit keberagaman menjadi satu melalui Pancasila. Agama tidak hanya ada di sila pertama, tapi menjiwai seluruh nilai Pancasila. Yang berbahaya adalah gerakan yang mencoba membenturkan agama dengan Pancasila,” ujarnya.

Acara ini berlangsung hangat dan interaktif dengan kehadiran ratusan ibu-ibu yang antusias menyimak setiap sesi diskusi.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga