Unhas Tampilkan 311 Kelompok Riset Tematik di Forum Kolaborasi Indonesia–Australia

Unhas Tampilkan 311 Kelompok Riset Tematik di Forum Kolaborasi Indonesia–Australia

SULSELSATU.com, JAKARTA – Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Jamaluddin Jompa, mengajak penguatan kemitraan global dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi saat menjadi pembicara pada Scientific Forum: Strengthening Global Collaboration Through Science and Technology Diplomacy, yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Graha Kemendiktisaintek, Rabu (30/7/2025).

Forum ilmiah bertema “Scientific Culture of Excellence: From Ethics to Impact” ini mempertemukan para peneliti dan akademisi dari Indonesia dan Australia untuk membahas strategi kolaboratif dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak nyata dan berkelanjutan.

Menteri Kemendiktisaintek, Prof. Brian Yuliarto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kerja sama internasional untuk menghadapi tantangan global seperti krisis iklim, kesehatan, dan ketahanan pangan.

“Kolaborasi sains lintas negara harus dibangun di atas integritas ilmiah, keterbukaan data, dan akuntabilitas agar dapat memberikan solusi nyata bagi dunia,” tegas Prof. Brian.

Dalam pemaparannya, Prof. Jamaluddin Jompa atau Prof. JJ memaparkan berbagai inisiatif Unhas dalam membangun kemitraan riset global, salah satunya melalui penguatan Thematic Research Group (TRG). Saat ini, Unhas memiliki 311 TRG aktif, dan masing-masing menjalin kerja sama dengan mitra internasional.

“Kolaborasi adalah kunci untuk menghasilkan dampak yang lebih luas. Kita harus bergerak bersama di berbagai level, baik dalam riset, teknologi, maupun diplomasi,” kata Prof. JJ.

Ia menegaskan bahwa pengembangan sains tidak cukup hanya dengan kecepatan, tetapi juga dengan arah dan kemitraan yang kuat.

“Kalau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tapi jika ingin jauh dan cepat, mari kita mulai kolaborasi dari sekarang,” ujarnya mengakhiri dengan semangat.

Forum ini menjadi tonggak penting dalam mendorong diplomasi sains yang inklusif dan transformatif antara Indonesia dan mitra global, terutama Australia, demi masa depan ilmu pengetahuan yang lebih tangguh dan berdaya saing.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga