Stadion Untia Diproyeksikan Jadi PAD Aktif, Appi Ungkap Potensi Keuntungan di Hadapan Investor

Stadion Untia Diproyeksikan Jadi PAD Aktif, Appi Ungkap Potensi Keuntungan di Hadapan Investor

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam merealisasikan pembangunan stadion berstandar internasional di kawasan Untia, Kecamatan Biringkanaya.

Proyek yang diberi nama Makassar Untia Stadium ini tidak hanya dirancang sebagai markas baru bagi klub PSM Makassar, tetapi juga sebagai episentrum baru pertumbuhan ekonomi kota.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan langsung proyek ini dalam forum Final South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) yang digelar di Hotel Novotel Grand Shayla, Senin (4/8/2025).

Dalam presentasinya di hadapan para investor dan panelis, Munafri—yang akrab disapa Appi—menyebut stadion tersebut sebagai aset ekonomi strategis yang punya potensi komersial jangka panjang.

“Penjualan hak penamaan stadion saja bisa menyumbang Rp70 hingga Rp80 miliar setiap lima tahun. Itu baru dari satu sumber pendapatan,” jelas Appi.

Appi menambahkan bahwa stadion ini akan membuka peluang bisnis dari berbagai sektor, mulai dari iklan digital, pengelolaan parkir, UMKM, hingga area komersial, semuanya dirancang dengan pendekatan bisnis yang profesional.

Dengan total nilai investasi sebesar Rp453 miliar, stadion ini akan dibangun melalui skema kemitraan pemerintah dan swasta (Public-Private Partnership/PPP), menggunakan pendekatan Build-Operate-Transfer (BOT). Pemerintah Kota Makassar menyediakan lahan seluas 13 hektare, sementara mitra investor akan mendanai, membangun, dan mengoperasikan stadion selama masa konsesi 30 tahun.

Appi menegaskan bahwa stadion ini akan memiliki kapasitas 15.000 penonton, dilengkapi fasilitas modern seperti tribun utama, ruang VIP, pencahayaan stadion hingga 2.000 lux, serta teknologi VAR (Video Assistant Referee) dan panel surya sebagai bagian dari operasional yang ramah lingkungan.

“Yang kami kejar bukan hanya bentuk fisiknya. Kami ingin stadion ini menjadi penggerak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setiap event besar di sana—baik pertandingan sepak bola maupun konser—akan menggerakkan ekonomi lokal, dari perhotelan, kuliner, transportasi, hingga sektor hiburan,” ujarnya.

Aksesibilitas kawasan stadion juga menjadi perhatian. Lokasinya akan terhubung langsung dengan pusat kota melalui jalur tol serta rute alternatif Biringkanaya–Sudiang, dengan estimasi waktu tempuh 30 hingga 45 menit. Wilayah Untia sendiri sudah masuk dalam zona RTRW F 2024–2044 dan berada dekat dengan Pelabuhan Perikanan Untia.

“Kawasan stadion akan menjadi sports and entertainment district yang ramah pejalan kaki dan bebas kendaraan pribadi. Kami akan sediakan shuttle bus serta infrastruktur inklusif untuk semua lapisan masyarakat,” jelas Appi.

Dalam presentasinya, Appi juga membeberkan simulasi keuangan proyek stadion secara rinci. Dalam skenario optimistis, proyek ini diperkirakan menghasilkan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 13,70%, dengan Net Present Value (NPV) mencapai Rp249 miliar, dan masa pengembalian modal (payback period) selama 7 tahun 8 bulan. Estimasi pendapatan tahunan ditaksir mencapai Rp95 miliar, dengan biaya operasional tahunan sekitar Rp35 miliar.

Bahkan dalam skenario moderat dan pesimistis, stadion ini tetap menunjukkan kelayakan bisnis. IRR masing-masing tercatat di angka 11,31% dan 9,71%, dengan NPV tetap positif.

“Ini bisa menjadi pengungkit ekonomi untuk kawasan utara Makassar. Selain mendongkrak sektor properti dan UMKM, kehadiran stadion akan mendatangkan wisatawan dari luar negeri jika PSM bertanding melawan klub asal Asia Tenggara. Kita bicara eksposur global dan potensi devisa,” kata Appi dengan optimistis.

Proyek ini juga mendapat dukungan dari sisi regulasi dan pembiayaan awal. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp2,5 miliar untuk penyusunan feasibility study, dokumen Amdal dan Andalalin, serta Rp800 juta untuk penyusunan masterplan. Status lahan pun dinyatakan telah bersertifikat dan termasuk dalam dokumen perizinan kawasan (KKPR) Untia.

Meski demikian, Appi menekankan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru memilih mitra. Semua dokumen hukum dan administratif akan diselesaikan terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap kerja sama investasi.

“Kami ingin proyek ini berdiri di atas fondasi yang kokoh. Investor yang masuk harus punya visi jangka panjang. Ini bukan proyek instan, bukan hanya soal cari margin,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan tambahan, Pemkot Makassar juga akan menyediakan subsidi sebesar Rp5,9 miliar untuk membantu operasional awal dan menarik agenda berskala nasional maupun internasional.

Makassar Untia Stadium dirancang sebagai pusat kegiatan multi-fungsi yang tidak hanya terbatas pada olahraga, tetapi juga mencakup konser, festival, pameran, hingga event kreatif lainnya.

“Kami sedang membangun bukan sekadar stadion, tetapi juga peluang, harapan, dan masa depan Kota Makassar,” tutup Appi.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga