Semangat Silaturahmi dan Budaya, Anggota DPRD Luwu Timur Nilai Manre Massaperra Bernilai Strategis untuk Wisata Daerah

SULSELSATU.com, Luwu Timur – Semarak tradisi Manre Massaperra yang digelar di Desa Burau Pantai, Kecamatan Burau, mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur Dapil Wotu–Burau, Harisal, S.Si. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Pesta Rakyat ini dinilainya memiliki nilai budaya sekaligus potensi besar untuk dikembangkan sebagai agenda tahunan kepariwisataan daerah.Rabu (13/08/2025).
Harisal yang hadir langsung di lokasi kegiatan menegaskan bahwa kegiatan semacam ini perlu terus dilestarikan dan dikembangkan. Menurutnya, selain menjadi wadah silaturahmi antarwarga, tradisi Manre Massaperra juga mampu menarik perhatian masyarakat luar, sehingga berpotensi mendongkrak sektor ekonomi dan pariwisata.
“Kegiatan ini sangat positif dan sebaiknya menjadi agenda tahunan. Selain memperkenalkan Burau Pantai sebagai destinasi wisata, acara seperti ini juga menjadi ruang silaturahmi yang menyatukan semua lapisan masyarakat, terutama kalangan pemuda,” ujar Harisal.
Acara dibuka secara resmi oleh Asisten II Setdakab Luwu Timur, Masdin, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, perangkat desa, serta ratusan warga yang memadati kawasan pantai. Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah lomba perahu dayung, dengan hadiah total senilai Rp14 juta dan piala bergilir. Suasana di sekitar pantai pun sejak pagi terlihat ramai dipadati pengunjung dan peserta.
Kegiatan inti Manre Massaperra yang berarti “makan bersama” merupakan tradisi adat khas masyarakat setempat. Prosesi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terkabulnya doa dan harapan. Warga, tokoh adat, pemerintah desa, hingga para pejabat duduk bersisian di tikar panjang, menyantap hidangan yang disediakan secara gotong royong, tanpa sekat.
“Tradisi ini memiliki nilai budaya yang sangat tinggi. Selain menguatkan identitas lokal, Manre Massaperra juga bisa menjadi kekuatan baru dalam membangun potensi ekonomi berbasis wisata budaya,” lanjut Harisal.
Ia juga berharap pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif, bisa berkolaborasi untuk memberikan dukungan anggaran dan promosi agar kegiatan budaya seperti ini dapat berlangsung rutin dan lebih terorganisir ke depan.
“Kita harus bangga dengan budaya kita sendiri. Mari bersama-sama kita dorong agar kegiatan seperti ini bisa masuk dalam kalender resmi pariwisata daerah. Kami dari DPRD akan mendukung penuh sepanjang itu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.
Dengan semangat kolaborasi dan pelestarian budaya, Harisal optimistis bahwa Manre Massaperra dan Pesta Rakyat Burau Pantai bisa menjadi salah satu ikon pariwisata lokal yang menarik minat wisatawan serta memperkuat rasa kebersamaan antarwarga Luwu Timur.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News