Mahasiswa KKN Unhas Tanamkan Karakter Saling Menghargai Lewat Sosialisasi Anti Perundungan

SULSELSATU.com SIDRAP – Perundungan di sekolah menjadi perhatian serius mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin di Desa Lise.
Untuk mencegahnya, mereka menggelar Sosialisasi Anti Perundungan di SD Negeri 3 Lise dengan pendekatan nilai budaya Bugis.
Dalam kegiatan ini, siswa diajak memahami bahaya perundungan, mengenali bentuk-bentuknya, hingga dampak yang ditimbulkan.
Lebih jauh, mahasiswa KKN menekankan pentingnya membangun sikap saling menghargai dengan menghidupkan tiga nilai utama budaya Bugis, yakni Sipakatau (saling memanusiakan), Sipakainge (saling mengingatkan), dan Sipakalebbi (saling menghargai).
Sosialisasi berlangsung interaktif, melibatkan siswa dari berbagai tingkatan kelas. Anak-anak diberi contoh konkret agar lebih mudah membedakan perilaku yang tergolong perundungan dan bagaimana cara mencegahnya di lingkungan sekolah.
Kepala SD Negeri 3 Lise, Hj. Ruhana mengapresiasi langkah mahasiswa KKN yang mengangkat pendekatan budaya lokal sebagai media edukasi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membentuk karakter siswa dan menanamkan sikap saling menghargai. Pendekatan budaya Bugis yang digunakan sangat relevan dan patut didukung,” ujarnya.
Sementara itu, penanggung jawab kegiatan, Amelinda Febrianti, berharap edukasi ini tidak berhenti di ruang kelas, melainkan diterapkan dalam keseharian anak-anak.
“Sosialisasi ini dapat membantu siswa lebih peka terhadap perilaku yang tergolong perundungan dan menjaga hubungan harmonis di lingkungan sekolah,” kata Amelinda.
Melalui pendekatan budaya Bugis ini, mahasiswa KKN Unhas ingin menegaskan bahwa pencegahan perundungan tidak hanya soal aturan, tetapi juga soal membangun karakter anak agar lebih menghargai satu sama lain sejak dini.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News