Dekatkan Sejarah ke Generasi Muda, UPT Museum Mandala dan Societeit de Harmonie Sukses Gelar Kegiatan Museum Masuk Sekolah di Tiga Kabupaten di Sulsel

SULSELSATU.com, MAKASSAR – UPT Museum Mandala dan Societeit de Harmonie dibawah naungan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan sukses menyelenggarakan program Museum Masuk Sekolah Tahun 2025.
Kegiatan ini digelar di lima sekolah menengah yang tersebar di tiga kabupaten dengan melibatkan lebih dari 500 orang yang terdiri dari siswa/siswi SMA/SMK dan guru. Rangkaian kegiatan Museum Masuk Sekolah Tahun 2025 ini dimulai pada tanggal 11 Agustus 2025 di Kabupaten Pinrang yang berlangsung di SMAN 11 Pinrang dan SMKN 3 Pinrang.
Selanjutnya, kegiatan berlanjut pada tanggal 15 Agustus 2025 di Kabupaten Barru yang berlangsung di SMAN 2 Barru dan SMKN 1 Barru. Penutup kegiatan diselenggarakan di SMAN 1 Maros pada tanggal 20 Agustus 2025 di Kabupaten Maros.
Secara berurutan, pembukaan kegiatan dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Munawir, S.Pt, MM. di Kabupaten Pinrang, kemudian oleh Kepala UPT Museum Mandala dan Societeit de Harmonie, Meirani Tenriawaru, S.STP, M.Si. di Kabupaten Barru dan Kabupaten Maros.
Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber terkait, yang pertama adalah Nasihin, SS., M.A., yang merupakan dosen pada Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin Makassar dan St. Junaeda, S.Ag., M.Pd., M.A. dosen pada program studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Makassar.
Program Museum Masuk Sekolah bertujuan untuk mendekatkan museum kepada generasi muda/peserta didik dengan menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih kontekstual, inspiratif dan menyenangkan. Melalui pendekatan interaktif, para siswa diajak mengenal lebih dekat kisah-kisah perjuangan bangsa, koleksi-koleksi museum serta nilai-nilai budaya yang menjadi bagian dari identitas Sulawesi Selatan.
Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya generasi muda tentang museum sebagai sarana pendidikan dan hiburan, juga meningkatkan pemahaman mengenai eksistensi Museum Mandala Pembebasan Irian Barat sebagai salah satu museum khusus yang ada di Sulawesi Selatan serta meningkatkan minat generasi muda untuk dapat berkunjung ke Museum Mandala Pembebasan Irian Barat yang ada di Kota Makassar.
“Melalui program ini, kami ingin agar museum tidak hanya dilihat sebagai tempat penyimpanan benda sejarah, tetapi menjadi ruang belajar yang hidup, membekas dan menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ujar Meirani Tenriawaru selaku Kepala Kepala UPT Museum Mandala dan Societeit de Harmonie, Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulawesi Selatan.
Dengan sambutan hangat dari pihak sekolah, antusiasme siswa dan keterlibatan para guru, kegiatan Museum Masuk Sekolah tahun 2025 ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemahaman sejarah dan memperluas fungsi museum sebagai pusat edukasi publik. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News