Tamsil Linrung: Asta Cita Jadi Momentum Daerah Bangun Kemandirian Fiskal

SULSELSATU.com, JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bidang Ekonomi dan Pembangunan, Tamsil Linrung, menegaskan bahwa arsitektur baru Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kini semakin berpihak kepada daerah.
Menurutnya, arah kebijakan fiskal tersebut sudah selaras dengan visi besar Asta Cita yang dicanangkan pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto.
“Porsi APBN yang mengalir ke daerah semakin besar dan terukur. Program-program strategis seperti Makan Bergizi Gratis, koperasi, hingga ketahanan pangan adalah bukti nyata implementasi Asta Cita yang langsung menyentuh masyarakat,” ujar Tamsil di Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Tokoh yang dikenal sebagai maestro anggaran ini menilai, skema baru fiskal tidak boleh dilihat sebatas pengurangan dana transfer konvensional. Sebaliknya, hal itu justru menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk lebih inovatif dalam menggali potensi lokal.
“Ini bukan soal berkurangnya dana transfer. Ini soal bagaimana kepala daerah mampu melihat peluang, menggali sumber-sumber baru, dan memperkuat kapasitas fiskal. Asta Cita membuka jalan agar daerah tidak lagi bergantung penuh pada pusat,” jelas mantan Ketua Badan Anggaran DPR RI tersebut.
Tamsil mencontohkan penerbitan obligasi daerah (municipal bond) sebagai instrumen kreatif yang bisa mendanai proyek-proyek produktif. Dengan tata kelola transparan, obligasi bukan hanya pembiayaan, tetapi juga sarana membangun kepercayaan pasar sekaligus menegaskan kemandirian fiskal daerah.
Selain itu, ia menyebut peluang besar lainnya ada pada pengelolaan aset, pengembangan kawasan ekonomi, pemanfaatan jalur utilitas, hingga sektor energi. Semua itu, katanya, bisa menjadi sumber pendapatan alternatif yang sah dan berkelanjutan.
“Keberanian pemerintah daerah melakukan inovasi fiskal akan menentukan arah pembangunan. Asta Cita sudah menyiapkan kerangka besar, tinggal bagaimana daerah mengisinya dengan kreativitas dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat,” tegasnya.
Tamsil juga menekankan pentingnya kepemimpinan kepala daerah dalam menyusun program yang visioner. Menurutnya, otonomi daerah memberi ruang luas bagi pemerintah daerah untuk menarik investasi dan mengembangkan potensi lokal, asalkan dijalankan dengan tata kelola yang sehat.
“Sinergi pusat dan daerah adalah kunci. Dengan Asta Cita sebagai panduan, kita sedang diuji seberapa tangguh daerah mampu berdiri di atas kekuatan sendiri,” pungkasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News