Limbah MBG Makassar Diolah Jadi Maggot, Pupuk, dan Ecoenzyme

Limbah MBG Makassar Diolah Jadi Maggot, Pupuk, dan Ecoenzyme

SULSELSATU.com MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memastikan akan mengoptimalkan pengelolaan limbah organik, termasuk yang dihasilkan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Saat ini terdapat 15 dapur MBG yang beroperasi di Makassar, dengan target total 30 dapur. Setiap dapur diperkirakan mengelola 3.000 porsi makanan per hari.

Jika target tercapai, produksi bisa mencapai 90 ribu porsi per hari, dengan potensi puluhan ton limbah organik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Helmy Budiman, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan kerja sama dengan SPPG untuk mengolah limbah MBG menjadi pakan maggot dan produk ramah lingkungan lainnya.

“Makanya kita nanti mau kerjasama dengan dapur SPP… semua, pastilah kita pakai untuk maggot dan sebagainya,” jelas Helmy kepada FAJAR, Jumat (12/9/2025).

Helmy menambahkan, koordinasi dengan SPPG sudah dilakukan, namun masih menunggu kesiapan operasional dapur.

“Saya sudah pernah diskusi dengan kepala SPPG kota, itu mereka sementara cari waktu. Untuk SPPG ini memang cukup sulit karena mereka running dulu dapurnya, kalau sudah bagus baru kami ketemu,” ujarnya.

Menurut Helmy, pengelolaan limbah organik lewat MBG akan disesuaikan per wilayah. “Di daerah tertentu itu akan ditingkatkan, misal di sini daerah maggot, di daerah Tamalanrea misalnya pusatnya kompos. Jadi tiap daerah beda-beda penanganan persampahannya,” terangnya.

Meski maggot dianggap metode paling efektif, Helmy mengakui ada tantangan dalam pengelolaannya.

“Makan, suhu, siklus, dan kondisi tempat tinggal maggot harus dikontrol berkala,” katanya.

Untuk memperkuat sistem pengelolaan berkelanjutan, Pemkot juga terus mengaktifkan kembali bank sampah di berbagai wilayah.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga