Muhammad Natsir Nahkodai Asprumnas Sulsel, Targetkan Pembangunan 3 Ribu Rumah Subsidi dalam Setahun

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) Sulawesi Selatan resmi dikukuhkan dengan Muhammad Natsir sebagai ketua.
Pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum Asprumnas, M Syawali berlangsung di Hotel Claro, Makassar, Sabtu (13/9/2025).
Acara ini turut disaksikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Ketua DPRD Sulawesi Selatan A Rachmatika Dewi, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah daerah, perbankan, asosiasi pengembang, hingga pelaku UMKM.
Dalam sambutannya, Muhammad Natsir menyampaikan bahwa Asprumnas Sulsel mendapat jatah pembangunan rumah subsidi sebanyak 3 ribu unit yang ditargetkan rampung dalam satu tahun ke depan.
Rumah-rumah subsidi tersebut akan disebar ke sejumlah daerah prioritas, antara lain Kabupaten Enrekang, Kota Parepare, Gowa, dan Takalar.
“Kuota rumah subsidi khusus Asprumnas di Sulawesi Selatan sebanyak 3 ribu unit untuk tahun ini. Target ini akan kami kerjakan secara bertahap bersama para anggota developer, pemerintah daerah, dan UMKM. Insya Allah bisa terserap penuh tahun ini,” kata Natsir.
Ia menambahkan, rumah subsidi tersebut diprioritaskan untuk pegawai pemerintah, khususnya tenaga P3K dan PNS yang belum memiliki hunian. Selain itu, masyarakat berpenghasilan rendah juga menjadi sasaran utama program ini.
Pelantikan kali ini juga diwarnai dengan penandatanganan nota kesepahaman pembangunan 1.600 unit rumah di kawasan Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan. Sebagian proyek tersebut akan dikerjakan oleh pengembang dari Sulawesi Selatan, menunjukkan komitmen Asprumnas Sulsel dalam mendukung program perumahan nasional lintas daerah.
“Kerja sama ini menjadi momentum penting karena selain fokus di Sulsel, kita juga bisa memberi kontribusi di daerah lain. Kebetulan Pak Rektor Universitas Lambung Mangkurat hadir langsung di sini, dan sebagian besar pembangunan akan ditangani oleh developer dari Sulawesi Selatan,” jelas Natsir.
Meski peluang besar terbuka, Natsir tidak menutup mata terhadap tantangan di lapangan. Menurutnya, salah satu hambatan terbesar bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah adalah masalah akses perbankan. Banyak calon pembeli rumah subsidi terkendala pada syarat perbankan seperti BI checking.
“Banyak masyarakat, khususnya buruh, pegawai kecil, dan pelaku UMKM, sebenarnya ingin punya rumah, tapi terkendala aturan perbankan. Oleh karena itu, kebijakan Kementerian Perumahan saat ini sangat membantu karena mereka memberi solusi lewat KUR (Kredit Usaha Rakyat),” kata Natsir.
Natsir menjelaskan, KUR konstruksi dapat diakses tidak hanya oleh masyarakat pembeli rumah, tapi juga oleh pengembang yang kesulitan memperoleh kredit konstruksi dari bank. Skema ini dinilai lebih ringan karena bunganya hanya 6 persen, lebih rendah dari bunga kredit bank konvensional yang berada di kisaran 8–9 persen.
“Kalau developer kecil tidak bisa akses kredit konstruksi, mereka bisa ajukan KUR konstruksi. Dengan bunga 6 persen, ini sangat membantu agar pembangunan bisa jalan dan harga rumah tetap terjangkau,” tegasnya.
Asprumnas sendiri merupakan asosiasi baru di dunia pengembang perumahan nasional. Secara peringkat, asosiasi ini berada di urutan kelima setelah REI, APRC, dan beberapa asosiasi lainnya. Namun, meski relatif baru, Asprumnas terus mendapat ruang dalam program perumahan nasional.
“Secara nasional, Asprumnas memang masih berada di grade lima. Tapi kami sudah ikut sosialisasi bersama Kementerian Perumahan di berbagai daerah, mulai dari Palembang, Bandung, Jakarta, hingga Makassar. Jadi Asprumnas sudah diakui sebagai mitra pemerintah,” jelas Natsir.
Di Sulsel sendiri, Asprumnas baru terbentuk dengan 65 anggota developer. Natsir optimistis jumlah itu cukup untuk menggarap kuota 3 ribu unit rumah subsidi yang diberikan tahun ini.
Menteri PKP Maruarar Sirait yang hadir langsung dalam pelantikan menyampaikan apresiasi atas komitmen Asprumnas Sulsel. Ia menegaskan, pemerintah mendorong keterlibatan semua asosiasi pengembang, termasuk Asprumnas, untuk mempercepat realisasi program sejuta rumah.
“Target pembangunan perumahan rakyat tidak bisa hanya dikerjakan oleh satu asosiasi besar. Semua harus terlibat, termasuk Asprumnas yang kini berkembang cepat di berbagai daerah. Pemerintah akan terus mendukung agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa segera memiliki rumah,” kata Maruarar.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News