Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Bunga Penjaminan Rupiah LPS Turun Menjadi 3,5 Persen

Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Bunga Penjaminan Rupiah LPS Turun Menjadi 3,5 Persen

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menurunkan tingkat bunga penjaminan simpanan Rupiah di bank umum menjadi 3,5 persen.

Tidak hanya di bank umum, LPS juga melakukan penurunan tingkat bunga penjaminan pada Bang Pengkreditan Rakyat (BPR) sebesar 25 bps menjadi 6 persen.

“Tingkat bunga penjaminan tersebut berlaku untuk periode 1 Oktober 2025 sampai 31 Januari 2026,” kata Plt. Ketua Dewan Komisioner LPS Didik Madiyono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Selain itu, tingkat bunga penjaminan simpanan dalam valuta asing juga turun menjadi 2 persen.

Pada periode observasi September 2025, Didik mengatakan LPS melihat suku bunga pasar keuangan Rupiah sudah turun 8 bps menjadi 3,37 persen dibandingkan periode observasi Agustus 2025.

Didik Madiyono menjelaskan, penetapan TBP didasari oleh momentum pertumbuhan ekonomi domestik yang relatif terjaga namun perlu diperkuat, terutama dari sisi konsumsi dan produksi secara lebih berimbang.

“Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) LPS pada Agustus 2025 masih berada pada level sub optimal dan cenderung melandai, yaitu 94,0. Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh positif namun cenderung flat sebesar 2,7 persen yoy pada Agustus 2025,” ujarnya.

Selanjutnya, LPS pun terus memantau pergerakan atas tren suku bunga simpanan perbankan nasional, baik yang berdenominasi Rupiah maupun valuta asing. Suku bunga pasar (SBP) simpanan rupiah konsisten melanjutkan penurunan.

Pada periode observasi September 2025, SBP Rupiah tercatat turun 8 bps ke level 3,37 persen dibandingkan periode observasi Agustus 2025, sehingga akumulasi penurunan sejak Mei 2025 mencapai 19 bps.

Ruang lanjutan penurunan SBP cukup terbuka pasca pemangkasan BI-Rate serta adanya tambahan likuiditas dari sisi penempatan dan belanja fiskal.

Faktor likuiditas perbankan yang memadai dan strategi pengelolaan dana deposan besar berpotensi mempengaruhi arah lanjutan penurunan SBP.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga