Legislator Nasdem Jufri Pabe Dorong Penguatan Pendidikan Al-Qur’an untuk Generasi Muda

Legislator Nasdem Jufri Pabe Dorong Penguatan Pendidikan Al-Qur’an untuk Generasi Muda

SULSELSATU.com, MAKASSAR  – Anggota DPRD Kota Makassar Fraksi Nasdem, H. Jufri Pabe, S.Sos., kembali menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pendidikan Baca Tulis Al-Qur’an angkatan kesembilan tahun anggaran 2025, di Hotel Grand Town, Panakkukang, Makassar, Rabu (8/10/2025).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber, di antaranya Irwan, S.Pd.I., M.Si., serta Muhammad Tariq Aziz, S.I.Kom. Diskusi dipandu oleh Muslim sebagai moderator. Puluhan peserta dari berbagai elemen masyarakat tampak antusias mengikuti sosialisasi, mulai dari tokoh masyarakat, guru mengaji, hingga perwakilan organisasi pemuda.

Dalam sambutannya, Jufri Pabe menegaskan bahwa keberadaan Perda Baca Tulis Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam memperkuat fondasi keimanan dan moral generasi muda di Makassar.

Menurutnya, Perda ini bukan sekadar regulasi formal, tetapi juga bentuk komitmen daerah dalam menjaga nilai-nilai keagamaan.

“Perda ini lahir dari kebutuhan kita bersama untuk melahirkan generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing. Membaca dan menulis Al-Qur’an adalah bekal dasar yang akan memandu anak-anak kita dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujar Jufri Pabe.

Politisi Nasdem ini juga menekankan bahwa perda baca tulis Al-Qur’an sejalan dengan misi pembangunan Kota Makassar yang bukan hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan moral dan spiritual masyarakat. Menurutnya, kesuksesan pembangunan harus berjalan beriringan antara aspek material dan spiritual.

“Kalau kita ingin Makassar menjadi kota yang maju, modern, dan berdaya saing, jangan sampai kita meninggalkan aspek moral dan spiritual. Perda ini adalah bagian dari ikhtiar kita menjaga keseimbangan pembangunan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sosialisasi ini diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai isi dan tujuan perda. Dengan demikian, implementasi di lapangan tidak hanya sebatas kewajiban administratif, melainkan benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Selain itu, Jufri Pabe itu juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif, tidak hanya sebagai penerima manfaat perda, tetapi juga sebagai bagian dari pelaksana dan pengawas. Ia menyebutkan, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan merupakan kunci utama keberhasilan implementasi perda.

“Kita ingin memastikan generasi Makassar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Dengan kolaborasi yang baik, saya yakin cita-cita ini bisa tercapai,” imbuhnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga