Reses di BNNP Sulsel, Anggota DPR RI Rudianto Lallo Minta Fokus Kejar Pengedar dan Bandar Narkoba

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo mendorong Badan Narkotika Nansional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan agar tidak fokus menangkap pengguna narkoba, namun harus lebih mengutamakan pencegahan dengan menindak para pengedar dan bandarnya.
Hal ini disampaikan Rudianto Lallo saat melaksanakan kunjungan reses di Kantor BNNP Provinsi Sulsel, Jalan Nuri Makassar, Jumat 10/10/25.
Menurut Politisi Partai NasDem itu, langka pencegahan itu dinilai sebagai tindakan kongkret dalam memerangi peredaran narkoba di Sulawesi Selatan. “Jadi akar rumput kuatnya peredaran narkoba dikalangan masyarakat karena kerja-kerja para pengedar serta bandar. Tapi jika pengedar dan bandar ditindak tegas, maka pengguna atau pemakai akan bertahap hilang,” ujar Rudianto Lallo.
Rudianto Lallo kembali mempertegas jika pengguna atau pemakai ini adalah korban. Karena mereka korban maka selayaknya dilakukan rehab oleh lembaga yang menjalin kerjasama dengan BNN atau yang sudah ditunjuk oleh pemerintah.
“Kasihan kalau pemakai yang ditindak terus, sementara pengedar dan bandarnya dibiarkan bebas,” papar Rudianto Lallo.
“Jika sudah ada identifikasi daerah tempat masuknya narkoba, maka fokusnya disitu saja. Jangan kesana kemari,” lanjut Rudianto Lallo.
Selain itu, Rudianto Lallo juga menyampaikan kedatangan di BNNP Sulsel dalam agenda reses atau serap aspirasi untuk mengetahui apa yang menjadi aspirasi dari BNNP Sulsel atau masalah yang dihadapi selama ini sehingga terkendala mengungkap pengedar dan bandar narkoba.
Sementara itu, Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Pol Budi Sajidin nenyampaikan rasa bangga dapat dikunjungi langsung oleh anggota komisi III DPR RI Rudianto Lallo. Pihak BNNP Sulsel kata Brigjen Pol. Budi Sajidin sudah lama menantikan masukan, kritikan yang konstruktif dari Rudianto Lallo untuk mencapai program bersinar (Desa Bersih Narkoba).
Selain itu, Brigjen Pol Budi Sajidin menyampaikan secara langsung gambaran umum situasi dan kondisi Sulawesi Selatan. Kata dia, untuk memaksimalkan kerja kerja BNNP, maka telah dibentuk empat BNN Kabupaten/Kota yakni, Kabupaten Sidrap, Tana Toraja, Kota Palopo dan Kabupaten Bone.
“Kehadiran BNNK ini sangat membantu dalam pencegahan peredaran narkoba di daerah,” paparnya.
Selain itu, mantan Kabid Kerma Baintelkam Polri 2020 itu menyampaikan adanya potensi kekurangan anggaran BNNP Sulsel pada 2026 mendatang. Saat ini (2025) anggaran BNNP Sulsel mencapai Rp12 miliar lebih, sementara prediksi 2026 hanya pada kisaran Rp10 miliar atau kekurangan anggaran sekitar Rp2 miliar.
Olehnya itu, dia meminta kepada Bapak Rudianto Lallo agar potensi kekurangan anggaran sebesar Rp2 miliar ini tidak terealisasi. “Kami sangat memohon agar anggaran di BNNP Sulsel yang potensinya hilang pada 2026 mendatang tetap dikembalikan,” harapnya.
Selain itu, pihaknya juga membutuhkan beberapa alat dalam mencegah peredaran narkoba, salah satunya anjing pelacak serta mobil unit deteksi narkoba. “Kebutuhan di BNNP ini banyak, nanti kami buatkan dapam satu bundel untuk dibawah ke Bapak Rudianto Lallo ke BNN Pusat,” tutupnya. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News