750 Peserta #MenaridiMall Penuhi Atrium TSM Makassar, Diiringi Aransemen 8 Lagu Daerah Indonesia

750 Peserta #MenaridiMall Penuhi Atrium TSM Makassar, Diiringi Aransemen 8 Lagu Daerah Indonesia

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Indonesia Menari 2025 berlangsung serentak di 11 kota di Indonesia. Kota Makassar masuk dalam daftar penyelenggaraan tahun ini.

Total dari 11 kota di Indonesia, ada lebih dari 8.000 peserta yang meramaikan #MenaridiMall. Selain Makassar, 10 kota lainnya adalah Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Palembang, Surabaya, Balikpapan, Manado, Bekasi, dan Karawang.

Para peserta Indonesia Menari 2025 datang dari beragam latar belakang, mulai dari generasi milenial, sanggar tari, komunitas pecinta tari, hingga perwakilan sekolah dan universitas di seluruh Indonesia.

Mereka bersama-sama menampilkan kemampuan menari terbaik dalam upaya memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah persembahan Indonesia Kaya.

Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga perayaan yang menghidupkan kembali kekayaan seni pertunjukan Indonesia melalui pendekatan yang modern dan interaktif.

Program Manager Indonesia Kaya Billy Gamaliel mengatakan, pada penyelenggaraan ke-10, Indonesia Menari tahun ini semakin istimewa karena sekaligus menjadi bagian dari perayaan 12 tahun Galeri Indonesia Kaya.

“Sejak dimulai pada 2012, Indonesia Menari konsisten menjadi wadah apresiasi tari Nusantara yang dikemas dengan format modern, segar, dan inklusif,” ujarnya.

Indonesia Menari 2025 hadir dengan koreografi khusus karya Bathara Saverigadi Dewandoro. Ia adalah seorang penari, koreografer, dan sutradara drama wayang. Pria yang akrab disapa Ara itu juga adalah tokoh seni tari muda yang meraih juara di Indonesia Mencari Bakat dan meraih Gold Medals Cabor Traditional Dance Sport
pada PON 2024 juga merupakan Art Director di Swargaloka Art.

Dalam karyanya, Bathara menonjolkan detail gerakan tangan khas dari berbagai daerah di Indonesia.

Koreografi tersebut diiringi medley 8 lagu daerah yang diaransemen modern oleh Alffy Rev, yaitu Sinanggar Tulo, Sumatera Utara; Kicir-Kicir, DKI Jakarta; Cing Cangkeling, Jawa Barat; Anging Mamiri, Sulawesi Selatan; Rek Ayo Rek, Jawa Timur; Indung-Indung, Kalimantan Timur; Si Patokaan, Sulawesi Utara; dan Rasa Sayange, Maluku, menciptakan harmoni unik antara tradisi dan musik kontemporer.

#MenaridiMall di Kota Makassar mengundang Eko Supriyanto sebagai juri utama. Ia adalah penari kontemporer dan koreografer.

“Materinya disepakati. Tariannya harus bersumber pada kekayaan tradisi Nusantara. Ruang penarinya tidak dibatasi bisa anak-anak hingga dewasa, serta pria dan wanita tapi yang penitng menghafal koreografi,” ujar Eko kepada media, Minggu (12/10/2025).

Paling penitng lainnya kata Eko, yaitu wirama, wiraga, dan wirasa, yang berkaitan tentang energi yang ditampilkan secara maksimal. Dalam tarian Indonesia semua memiliki itu, dan itu yang dijadikan penilaian dalam Indonesia Menari tahun ini.

Melalui Indoensia Menari ini, Eko menilai tari bisa dimiliki oleh siapapun dan dari genre apapun termasuk gen Z. Gen Z memberikan potensi memahami budaya kita dengan mengekspresikan dengan pola atau cara yang saat ini.

“Saya merasa saatnya pemerintah hadir, apalagi ini sudah beberapa kali hadir di Indonesia Kaya bahkan sudah merambah keluar Jawa. Tanggung jawab bukan dari kami saja, tapi dari pemerintah juga apalagi setiap daerah memiliki potesi yang sangat banyak,” jelasnya.

Berikut adalah para pemenang Indonesia Menari 2025 di Makassar:
Juara 1: Galactic Star, asal Makassar (mendapatkan uang pembinaan senilai Rp 15.000.000)
Juara 2: Sanggar Avatar, asal Nabire, Papua Tengah (mendapatkan uang pembinaan senilai Rp 12.500.000)
Juara 3: M2 Dancer, asal Makassar (mendapatkan uang pembinaan senilai Rp 10.000.000).

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga