Dukungan Datang, Ekonomi Masyarakat Sekitar Area Operasional Bertumbuh

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Manfaat kehadiran perusahaan tambang tidak hanya dirasakan langsung oleh pekerjanya, tapi meluas hingga masyarakat di sekitar area operasional.
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) yang hadir di Kabupaten Luwu Timur tidak hanya datang sebagai perusahaan tambang semata tapi ingin memberikan berbagai kebermanfaatan bagi masyarakat.
Salah satunya dirasakan oleh masyarakat di Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur. Di sana, PT Vale datang memberikan bantuan dalam meningkatkan kualitas pertanian masyarakat.
Sebelumnya, masyarakat di sana mengalami kritis dan kesulitan menanam di atas lahan. Namun, kini kebun nanas menjadi simbol kemandirian desa.
Lahan yang sebelumnya hanya berupa padang rumput kering rawan kebakaran, kini berubah menjadi hamparan tanaman yang memberi harapan baru.
Pada 2024, PT Vale datang membawa bantuan berupa pembibitan dan fasilitas pertanian. Bahkan, PT Vale memberikan hand tractor untuk memudahkan pengolahan tanah.
Tahun berikutnya, dukungan bertambah untuk membangun rumah kompos, rumah maggot, nursery, hingga rumah produksi. Semua fasilitas ini membuat masyarakat lebih percaya diri mengelola kebun secara mandiri.
Dukungan datang dari pihak industri memberi kesempatan dan harapan yang sulit diwujudkan hanya dengan menggunakan dana desa.
“Kalau andalkan dana desa, percepatan pasti tidak terjadi. Kami bersyukur ada pihak yang melirik kami dengan pendampingan soal pembudidayaan dan pengembangan nanas,” ungkap Kepala Desa Tabarano Rimal Manukallo.
Head of External Relations PT Vale Endra Kusuma mengatakan, PT Vale menilai dukungan yang diberikan dipandang selaras dengan semangat pemberdayaan masyarakat.
“Kami melihat potensi nanas sebagai identitas Wasuponda yang bisa mengangkat ekonomi desa sekaligus menjaga lingkungan. Karena itu kami masuk dengan pendampingan teknis, bantuan sarana produksi, hingga pembangunan rumah kompos dan rumah maggot sebagai penunjang,” ujar Endra Kusuma.
Ketua Kelompok Pengelola Produk Turunan Nanas (Pondata) Desa Tabarano Yohanes Gusti menyebutkan produksi nanas pada 2024 lalu mencapai sekitar 500 kilogram (kg).
Tahun ini hasilnya naik menjadi 600 kg dan diperkirakan terus bertambah hingga akhir panen Desember 2025.
“Kita upayakan produksinya bisa terus tambah, apalagi target kita kebun nanas ini akan diperluas sampai tercapai 10 hektare,” katanya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News