Tim AKOM Bantaeng Kembangkan Alat Pengiris Pisang Untuk Dukung Produktivitas IKM Banana Twins

SULSELSATU.com BANTAENG – Tim dosen dari Akademi Komunitas Industri Manufaktur (AKOM) Bantaeng menciptakan alat pengiris pisang semi-manual untuk membantu peningkatan efisiensi produksi keripik pisang di IKM Banana Twins, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penerapan Teknologi Tepat Guna: Pembuatan Alat Pengiris Pisang untuk Mendukung Efisiensi Produksi Keripik Pisang pada IKM Banana Twins”, yang dilaksanakan di rumah produksi Banana Twins, Jalan Pahlawan Cabodo, Rabu (28/10/2025).
Tim PkM diketuai oleh Yusriadi, M.Si., dengan anggota Resti Ayu Ningrum, S.Pd., M.Si., Asma Ainuddin, M.T., Tino Suhaebri, M.T., dan Dr. Hasbullah Panggabean, M.T.
Dalam kegiatan tersebut, tim menyerahkan alat pengiris pisang rancangan mereka beserta perlengkapan pendukung seperti kompor, wajan, dan tirisan.
Tim juga memberikan pelatihan penggunaan dan pendampingan teknis bagi para pekerja agar mampu mengoperasikan alat secara efektif.
Ketua tim PkM, Yusriadi, menjelaskan bahwa inovasi tersebut bertujuan membantu pelaku usaha kecil menengah meningkatkan produktivitas dan kualitas melalui penerapan teknologi tepat guna.
“Kami berharap alat ini dapat mempercepat proses produksi, mengurangi kelelahan tenaga kerja, dan meningkatkan kapasitas produksi keripik pisang di IKM Banana Twins,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).
Sebelum adanya alat tersebut, proses pengirisan pisang di Banana Twins masih dilakukan manual sehingga membutuhkan waktu lama, hasil irisan tidak seragam, dan membuat pekerja cepat lelah.
Alat pengiris baru berbahan stainless steel ini dirancang ergonomis dan higienis, sehingga mampu menghasilkan irisan seragam dan mempercepat proses kerja.
Pemilik IKM Banana Twins, Yusiah, menyampaikan apresiasi atas bantuan inovasi dari tim AKOM Bantaeng.
“Alat ini sangat membantu kami dalam mempercepat proses produksi dan meningkatkan efisiensi kerja. Kapasitas produksi meningkat dan hasil irisan lebih seragam,” tuturnya.
Program ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan industri kecil menengah di daerah melalui inovasi teknologi sederhana namun berdampak besar.
Ke depan, tim PkM AKOM Bantaeng berencana mengembangkan versi otomatis dari alat tersebut dengan kapasitas produksi yang lebih besar
Cek berita dan artikel yang lain di Google News