Hasil Penyaringan Calon Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa Unggul Telak

Hasil Penyaringan Calon Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa Unggul Telak

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Hasil penyaringan calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030 menunjukkan keunggulan telak bagi petahana, Prof Jamaluddin Jompa.

Dalam pemungutan suara Prof Jamaluddin berhasil meraih dukungan dominan dari anggota Senat Akademik.

Dari total 93 suara yang masuk, Prof Jamaluddin Jompa mengantongi 74 suara. Posisi kedua ditempati Prof Budu, Ph.D dengan 18 suara, sementara Prof Sukardi Weda memperoleh 1 suara. Hasil ini menegaskan kuatnya dukungan senator terhadap kepemimpinan Prof Jamaluddin untuk melanjutkan arah pengembangan Unhas ke depan.

Sebelum pemungutan suara, para bakal calon rektor telah memaparkan visi dan misi mereka di hadapan tiga panelis, yakni Prof Marzuki (Guru Besar FEB Unhas), Prof Zudan Arif Fakrulloh (Kepala BKN RI), dan Dr Kaharuddin Djenod (CEO PT PAL Indonesia).

Forum tersebut menjadi wadah bagi para calon untuk menyampaikan gagasan strategis membawa Unhas menuju predikat universitas kelas dunia.

Menanggapi hasil penyaringan, Prof Jamaluddin Jompa menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Alhamdulillah, ini adalah kesyukuran dan kebanggaan bagi saya. Saya berterima kasih kepada seluruh sivitas akademika, khususnya para senator yang telah memberikan kepercayaan luar biasa,” ujar Prof Jamaluddin. kepada wartawan di Hotel & Convention Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Senin (3/11/2025)

Ia mengaku tak menyangka akan memperoleh dukungan sebesar itu, mengingat padatnya aktivitasnya selama menjabat sebagai rektor.

“Saya tidak menyangka hasilnya akan sejauh ini. Rupanya para senator menilai perlu adanya keberlanjutan untuk melanjutkan program yang sudah berjalan,” ujarnya.

Meski meraih suara mayoritas, Prof Jamaluddin menegaskan bahwa proses pemilihan rektor belum selesai. Hasil penyaringan ini masih akan dibawa ke Majelis Wali Amanat (MWA) untuk menentukan tiga besar calon rektor yang akan dipilih secara definitif.

“Tentu MWA akan memperhatikan hasil ini sebagai bentuk aspirasi keluarga besar Unhas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prof Jamaluddin juga menyampaikan apresiasi kepada insan media yang selama ini turut berperan dalam membangun citra positif Unhas.

“Terima kasih kepada seluruh media yang terus mendukung pemberitaan positif tentang Unhas. Semoga ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membawa universitas di kawasan timur Indonesia menjadi yang terdepan,” ujarnya.

Ia mengimbau seluruh pihak agar tetap menjaga suasana kondusif selama proses penjaringan berlangsung.

“Jangan ada keributan atau berita hoaks. Mari kita kawal proses ini dengan damai dan penuh tanggung jawab,” pesannya.

Sementara itu, mantan Pj Gubernur Sulawesi Selatan yang juga menjadi panelis, Prof Zudan Arif Fakrulloh, menilai bahwa Unhas harus terus memperkuat daya saing dan memperluas dampaknya, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Unhas harus bergerak lebih cepat dan berdampak luas tanpa kehilangan akar budayanya. Branding institusi juga perlu diperkuat agar semakin dikenal di dunia internasional,” kata Zudan.

Ia berharap rektor terpilih nantinya mampu melanjutkan transformasi kampus dan memastikan seluruh program yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya mendorong agar setiap program Unhas berdampak langsung terhadap isu-isu strategis nasional seperti kemandirian pangan, penanganan kemiskinan, stunting, dan pendidikan,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga