Surya Paloh Minta Publik Objektif Nilai Peran Soeharto dalam Sejarah Bangsa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menilai pemerintah harus siap menghadapi polemik terkait pro dan kontra atas rencana penetapan Presiden ke-2 RI, Soeharto, sebagai pahlawan nasional. Ia menyebut perbedaan pendapat merupakan konsekuensi yang wajar dalam proses penilaian terhadap sosok bersejarah seperti Soeharto.
“Ya, itu konsekuensinya. Kalau sudah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk konsekuensi pro dan kontra, polemik yang terjadi, ya bagi NasDem melihat dari sisi positifnya,” ujar Surya Paloh usai membuka acara Fun Walk menjelang HUT ke-14 Partai NasDem di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Minggu (9/11/2025).
Surya Paloh menyatakan menghormati berbagai pandangan dan penolakan terhadap usulan pemberian gelar pahlawan nasional untuk Soeharto. Namun, ia mengingatkan bahwa sikap penolakan tidak bisa menghapus kontribusi objektif Soeharto dalam membangun bangsa selama masa pemerintahannya.
“Bahwasannya sosok Presiden Soeharto telah memberikan posisi dan peran yang berarti sebagai presiden yang membawa progres pembangunan nasional kita, seperti yang kita nikmati hari ini,” ucapnya.
Ia juga mengakui bahwa selama menjabat, Soeharto memiliki kekurangan dan kesalahan, namun hal itu perlu ditempatkan secara proporsional dalam menilai rekam jejak sejarah.
“Tetapi sekali lagi, kalau kita mau membawa gerakan perubahan, tentu kita harus mencoba menempatkan faktor objektivitas itu. Hal tersebut harus kita hargai bersama sebagai pedoman untuk kemajuan bangsa,” jelas Surya Paloh.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Partai NasDem secara resmi telah menyatakan dukungan terhadap pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto melalui pernyataan resmi partai.
“NasDem sudah kasih statement, sepakat itu (gelar pahlawan untuk Soeharto),” tandasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News