18 UMKM Siap Tawarkan Produk ke 30 Buyer Internasional di AMBF X SSIF 2025

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (KPwBI Sulsel) bersama Pemerintah Provinsi Sulsel kembali menggelar kegiatan Anging Mammiri Business Fair (AMBF) X South Sulawesi Investment Forum (SSIF) 2025.
AMBF x SSIF 2025 dengan tema “Empowering Green Economic Investment: From Local Champions to Global Vision” resmi dibuka dan akan berlangsung di Claro Makassar pada 12 dan 13 November 2025.
Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, tema yang diangkat menyampaikan dua pesan penting. Pertama, komitmen bahwa Sulsel bukan hanya pusat investasi yang kompetitif, tetapi juga rumah bagi local champions yang memiliki kapasitas untuk go-global
“Kedua, penegasan arah baru perekonomian nasional yang semakin menempatkan ekonomi hijau sebagai prioritas. Artinya, investasi yang berkelanjutan dan selaras dengan agenda transisi energi pemerintah maupun global perlu terus didorong,” ujar Rizki saat sambutan di pembukaan AMBF x SSIF 2025, Rabu (12/11/2025).
Pembukaan AMBF x SSIF 2025 dilanjutkan dengan sesi networking serta promosi UMKM dan Investment Project Ready to Offer (IPRO) termasuk sesi one-on-one meeting.
Hanya di AMBF X SSIF 2025, UMKM dapat mempromosikan produknya kepada 30 buyer internasional dari 17 negara.
Negara yang hadir mulai dari Indonesia Malaysia, China, Jepang, India, Nepal, Thailand, Azerbaijan, Maldives, Uni Emirat Arab, Iran, Mesir, Arab Saudi, Pakistan, Australia, Rusia, dan Belanda.
Tercatat 18 UMKM komitmen ekspor yang berpartisipasi yaitu sebesar Rp206 Miliar.
30 buyer yang memandatangani MoU kerja sama ekspor. Foto: Sri Wahyu Diastuti / Sulselsatu.com.
Di sisi lain, terdapat 11 booth dari 10 pemerintah daerah peserta South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) dan Forum PINISI SULTAN (Percepatan Investasi Perdagangan dan Pariwisata di Sulawesi Selatan) di Sandeq Ballroom untuk menampilkan IPRO.
“Calon investor yang tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut tentang 19 IPRO dapat mengikuti sesi one-on-one meeting. Masih di hari yang sama juga akan dijadwalkan site visit ke Kawasan Industri Makassar (KIMA), sebagai salah satu kawasan industri eksisting yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” jelas Rizki.
Kemudian, ada knowledge sharing berupa talkshow tematik yang diselenggarakan pada 12-13 November 2025. Narasumber yang dihadirkan dari Bappenas, LPEI, pelaku UMKM atau praktisi, pelaku ekonomi sirkular, eksportir nasional, dan lain-lain.
Melalui AMBF X SSIF 2025 diharapkan mampu menciptakan hubungan kemitraan jangka panjang untuk memperluas jejaring global utamanya bagi UMKM dan terbitnya Letter of Intent (LoI) sebagai bentuk ketertarikan awal investor terhadap proyek-proyek potensial di Sulawesi Selatan.
Dampaknya yaitu pada akhirnya dapat mengakselerasi ekspor serta investasi berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News