Nurdin Halid Resmikan Branding Baru Puruhita Islamic School

Nurdin Halid Resmikan Branding Baru Puruhita Islamic School

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Yayasan Pendidikan Pesantren Moderen Cendekia Puruhita resmi melaunching branding baru dengan nama Puruhita Islamic School sebagai bagian dari transformasi dan penguatan peran pesantren dalam menjawab tantangan pendidikan modern.

Proses launching berlangsung di halaman sekolah di Jalan HM Yasin Limpo, Kabupaten Gowa pada Sabtu (10/1/2026).

Ketua Yayasan Pendidikan Pesantren Moderen Cendekia Puruhita, Kadir Halid, mengatakan pesantren tersebut telah berdiri sejak 1973 dan hampir 52 tahun berkontribusi mencerdaskan anak bangsa dengan menghasilkan ribuan alumni.

“Ini berdiri tahun 1973, jadi kalau kita hitung sudah hampir 52 tahun pengabdian pesantren mencerdaskan anak bangsa dan sudah menghasilkan ribuan alumni,” ujar Kadir.

Menurutnya, persaingan antar sekolah swasta yang semakin ketat serta tantangan pendidikan yang kian kompleks mendorong pesantren untuk terus beradaptasi dan berinovasi. Hadirnya Puruhita Islamic School diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan berkualitas yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

“Kita akan memberikan pendidikan yang holistik yang tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga spiritual, moral, dan sosial, termasuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan,” katanya.

Anggota DPRD Sulsel ini juga menyampaikan pihak yayasan telah membangun gedung sekolah baru setinggi tiga lantai sebagai bagian dari pengembangan fasilitas pendidikan.

Selain itu, Puruhita Islamic School menerapkan kurikulum komprehensif yang menggabungkan kurikulum diniyah dan kurikulum nasional.

“Kurikulum ini kami rancang agar dapat memberikan pendidikan yang seimbang dan berkualitas bagi santri atau siswa serta membantu mereka menjadi individu yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” ucap Kadir.

Saat ini, Puruhita Islamic School mengelola berbagai jenjang pendidikan mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Sekolah Dasar Islam, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas, yang berada di bawah naungan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan.

Kadir menegaskan perubahan nama ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan tonggak sejarah baru dalam membangun generasi pemimpin masa depan.

“Hari ini bukan sekadar perayaan penggantian nama, tapi tonggak sejarah baru bagi kita dalam melahirkan generasi pemimpin masa depan yang cerdas dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Ia menambahkan fondasi pesantren yang dibangun oleh GUPPI sejak 1973 tetap menjadi bagian penting dari perjalanan lembaga tersebut.

“Kami menyadari bahwa pesantren ini harus berevolusi. Kita membutuhkan identitas yang baru yang lebih segar, modern, dan relevan secara global. Perubahan ini bentuk tanggung jawab kami sebagai amanah dari kita semua,” kata Kadir.

Selain peluncuran Puruhita Islamic School, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peresmian Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah berkuda, serta lapangan tenis. Dapur MBG telah mulai uji coba dan ditargetkan memberikan manfaat bagi sekitar 2.500 siswa di sekitar kompleks pesantren.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Pesantren Moderen Cendekia Puruhita, Nurdin Halid, menyebut peluncuran branding baru ini sebagai langkah awal menuju pesantren bertaraf internasional.

“Hari ini kita hadir untuk melaunching branding baru dengan nama baru sekolah kita, yaitu Puruhita Islamic School. Semoga ini menjadi berkah dan niat baik kita membangun pesantren ini dapat terwujud menjadi pesantren bertaraf internasional,” kata Nurdin.

Poltisi Golkar tersebut menjelaskan keterlibatannya dalam pengelolaan yayasan tidak lepas dari latar belakang keluarga yang dekat dengan dunia pendidikan serta niat melanjutkan cita-cita orang tua.

“Niat kami adalah melanjutkan niat suci orang tua untuk bergerak di bidang pendidikan. Karena itu kami tertarik mengambil alih dan mengelola yayasan ini,” ujarnya.

Nurdin juga menekankan pentingnya kecerdasan emosional selain kecerdasan intelektual dalam menentukan keberhasilan seseorang.

“Hanya 20 persen keberhasilan ditentukan oleh kecerdasan intelektual, sementara 80 persen ditentukan oleh kecerdasan emosional. Ilmu tidak akan berguna jika tidak dibarengi kecerdasan emosional,” katanya.

Ia berharap dalam sepuluh tahun ke depan, kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat pendidikan bertaraf internasional yang terintegrasi, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

“Mimpi saya, sepuluh tahun ke depan, di tempat ini akan berdiri sekolah bertaraf internasional,” ujarnya.

Menurut Nurdin, keberhasilan pengembangan lembaga pendidikan tersebut bertumpu pada dua hal utama, yakni fasilitas dan kualitas sumber daya manusia.

“Fasilitas menjadi tanggung jawab saya, sementara kualitas akademik menjadi tanggung jawab para profesor dan seluruh pengelola. Dengan kolaborasi, kita yakin bisa melahirkan generasi yang berkualitas dan bermanfaat bagi bangsa,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga