Munafri Siapkan Skema Penilaian Lingkungan Berbasis RT RW Perkuat Lingkungan dan Ketahanan Pangan

Munafri Siapkan Skema Penilaian Lingkungan Berbasis RT RW Perkuat Lingkungan dan Ketahanan Pangan

SULSELSATU.com MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat gerakan urban farming dan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat melalui skema penilaian lingkungan yang akan diterapkan hingga ke tingkat RT dan RW.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi Direktur Berita Kota Makassar, Muhammad Arsan Fitri bersama jajarannya di Balai Kota Makassar, Kamis (22/01/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pihak Berita Kota Makassar menyampaikan rencana program yang mendukung Pemerintah Kota Makassar, di antaranya lomba urban farming antar RT dan RW di setiap kelurahan, serta penguatan pelayanan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Munafri menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan skema penilaian lingkungan berbasis wilayah yang tidak bersifat seremonial, melainkan berjalan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Di Pemkot Makassar kita siapkan sistem penilaian lingkungan yang turun sampai ke RT dan RW. Saya kemarin siapkan anggaran hingga Rp2 miliar, tapi ini tidak berdiri sendiri. Semua harus terintegrasi,” kata Munafri.

Ia menekankan bahwa sistem ini tidak hanya menilai kebersihan lingkungan, tetapi mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan sampah, keamanan lingkungan, hingga pemberdayaan wilayah melalui urban farming. Seluruh sistem yang berjalan di tingkat RT dan RW akan menjadi indikator penilaian dari pemerintah kota.

“Di dalam satu RW harus ada sistem pengelolaan sampah. Mau itu bank sampah, composting, maggot, ekoenzim, atau bentuk lain. Lalu bagaimana mereka memberdayakan wilayahnya, apakah dengan urban farming, vertical garden, peternakan skala kecil, perikanan darat, atau budidaya lainnya,” jelasnya.

Munafri menambahkan, konsep ini dirancang agar kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya muncul pada momen tertentu, tetapi menjadi budaya yang tumbuh secara konsisten di tengah masyarakat. Seluruh aktivitas tersebut nantinya akan direkap mulai dari tingkat RT, kelurahan, hingga kecamatan.

“Yang terbaik akan kita beri berbagai macam fasilitas. Ini sedang digodok teman-teman dinas untuk turun langsung melaksanakan di lapangan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa skema penilaian lingkungan ini merupakan sistem terpadu yang tidak hanya berfokus pada urban farming, tetapi juga mencakup aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta pemberdayaan warga secara menyeluruh.

“Ini bukan hanya soal tanam-menanam, tapi sistem yang terintegrasi. Ada kamtibmasnya, ada pemberdayaan masyarakatnya, ada kepedulian lingkungannya. Semua berjalan bersama,” pungkasnya.

Sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan perkotaan, Munafri juga mengungkapkan bahwa tahun ini Pemerintah Kota Makassar akan membangun dua greenhouse sebagai pusat percontohan pengelolaan pangan di lahan terbatas.

Model greenhouse tersebut diharapkan menjadi referensi pengembangan urban farming di wilayah padat penduduk.

“Greenhouse ini akan menjadi contoh bagaimana Makassar mengelola ketahanan pangan dengan lahan yang sangat sempit,” tuturnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga