Raih Seoul Design Award 2025, TaoBun Perkuat Identitas Ruang Kreatif

Raih Seoul Design Award 2025, TaoBun Perkuat Identitas Ruang Kreatif

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Di tengah pesatnya pertumbuhan kafe di Kota Makassar, TaoBun hadir menawarkan pengalaman bersantai yang memadukan roti, kopi, dan suasana hangat untuk berbagai kalangan.

Tempat ini tak sekadar menjadi lokasi nongkrong, tetapi juga ruang singgah dari pagi hingga malam bagi masyarakat perkotaan.

TaoBun mulai beroperasi pada 2020 dengan konsep awal TaoBun Express yang fokus pada menu roti selai srikaya. Seiring waktu, konsep tersebut berkembang menjadi kedai dengan ruang yang lebih nyaman dan kini memiliki basis pelanggan setia yang dikenal sebagai Sobat TaoBun.

Brand Manager TaoBun, Muhammad Abdillah, menjelaskan bahwa pertumbuhan TaoBun terjadi secara alami, berangkat dari produk yang lebih dulu diminati konsumen.

“Kami memulai dari dapur dan produk roti. Setelah itu, barulah berkembang ke konsep ruang. Jadi semuanya tumbuh secara organik,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).

Dengan mengusung tagline Roti Semua Generasi, TaoBun menyasar pengunjung dari berbagai usia dan latar belakang.

Pola kunjungan pun beragam, mulai dari komunitas olahraga di pagi hari, pekerja dan mahasiswa yang bekerja dari kafe pada siang hingga sore, hingga pengunjung yang datang untuk bersantai pada malam hari.

TaoBun beroperasi sejak pukul 07.00 hingga 00.00 Wita, menjadikannya tempat yang fleksibel untuk sarapan, bekerja, hingga berkumpul bersama teman.

Dari sisi desain, TaoBun cabang kedua yang berlokasi di Jalan Andi Djemma menghadirkan interior bernuansa kayu yang hangat. Area bar dilengkapi mesin espresso, grinder kopi, serta peralatan seduh profesional.

Tata ruangnya dirancang estetik dan fungsional, mendukung aktivitas bekerja, membaca, maupun bersantai. Selain ruang dalam, tersedia pula area luar dengan sentuhan hijau bagi pengunjung yang menginginkan suasana lebih rileks.

Pendekatan kearifan lokal menjadi identitas kuat TaoBun. Seluruh proses pembangunan melibatkan tukang lokal Bugis Makassar dengan konsep arsitektur yang mengedepankan nilai lokal dan keberlanjutan.

“Sejak awal kami sepakat menggunakan tenaga lokal. Pendekatan arsitekturnya juga mengangkat lokalitas dan prinsip sustainable,” kata Abdillah.

Saat ini, TaoBun telah memiliki tiga outlet dengan konsep yang berbeda di setiap lokasi. Outlet pertama berada di kawasan Kamboja, sementara ekspansi selanjutnya direncanakan hadir di wilayah timur Kota Makassar pada akhir Maret mendatang.

Meski konsep tiap outlet berbeda, menurut Abdillah, identitas TaoBun tetap dijaga.

Dalam strategi promosi, TaoBun memaksimalkan peran media sosial dan membangun relasi dengan media. Untuk kegiatan acara, pengelola lebih banyak menggagas event internal yang sesuai dengan karakter brand.

Dari sisi menu, TaoBun menyasar pasar luas dengan harga terjangkau. Menu ditawarkan mulai dari Rp6 ribu, mencakup aneka roti, rice bowl, Indomie, kopi, minuman berbasis susu, hingga teh. Menjamurnya kafe di Makassar tidak dianggap sebagai ancaman.

“Semakin banyak kafe justru menandakan ekonomi bergerak. Itu hal yang positif,” ujar Abdillah.

Sebagai bentuk apresiasi atas konsep desainnya, TaoBun outlet kedua di kawasan Jalan Raya Pendidikan juga berhasil meraih penghargaan Seoul Design Award 2025, memperkuat posisinya sebagai salah satu ruang kreatif yang diperhitungkan di Makassar.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga