Sosialisasi SNPMB di Toraja, Unhas Ingatkan Siswa Waspadai Janji Kelulusan

SULSELSATU.com, TORAJA – Universitas Hasanuddin menegaskan bahwa seluruh informasi kelulusan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru hanya dapat diakses melalui akun portal resmi masing-masing siswa.
Penegasan ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Promosi SNPMB yang digelar di SMAN 1 Tana Toraja sebagai upaya memberikan pemahaman yang akurat kepada calon mahasiswa.
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diinisiasi Direktorat Akademik dan Kemahasiswaan Unhas. Hadir sebagai pemateri Direktur Pendidikan Unhas Prof. Risma Illa Maulany, Kepala Subdirektorat Penerimaan Mahasiswa Baru Nurul Ihcsani, serta Kepala Career Center Unhas Burhan Kadir.
Dalam sosialisasi tersebut, para narasumber memaparkan secara rinci berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru, mulai dari seleksi nasional, jalur mandiri, hingga peluang beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh siswa sesuai ketentuan yang berlaku.
Nurul Ihcsani menyampaikan bahwa Unhas juga membuka jalur khusus bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas sebagai wujud komitmen terhadap pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Menurutnya, ketelitian dalam memahami informasi dan ketepatan data menjadi faktor penting dalam seluruh proses pendaftaran.
“Unhas memberikan kesempatan yang sama melalui jalur disabilitas. Karena itu, siswa harus memastikan seluruh data dan informasi yang digunakan benar dan bersumber dari kanal resmi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpengaruh oleh pihak yang menjanjikan kelulusan. Nurul menegaskan bahwa hasil seleksi dan besaran Uang Kuliah Tunggal hanya diumumkan melalui akun portal masing-masing peserta.
“Tidak ada pihak mana pun yang bisa menjamin kelulusan. Semua informasi resmi hanya dapat diakses oleh pemilik akun,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Risma mengajak siswa untuk lebih cermat dalam menentukan pilihan perguruan tinggi dan program studi.
Ia menjelaskan bahwa Unhas memiliki sejumlah kampus kerja sama dengan pemerintah daerah untuk penyelenggaraan program studi tertentu yang didukung fasilitas pembelajaran memadai.
Sementara itu, Burhan Kadir menjelaskan jalur mandiri Unhas, termasuk Program Optimalisasi Seleksi Kemampuan, sebagai alternatif bagi siswa yang belum berhasil lolos melalui jalur seleksi nasional.
Program tersebut dirancang untuk menjaring calon mahasiswa dengan potensi akademik yang beragam.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah siswa mengajukan pertanyaan, salah satunya terkait keterkaitan sertifikat pendukung dengan program studi yang dipilih.
Menanggapi hal itu, Prof. Risma menjelaskan bahwa sertifikat tidak harus selalu sejalan dengan program studi, selama dapat menunjukkan prestasi, minat, dan potensi siswa.
Menutup kegiatan, Prof. Risma membagikan sejumlah kiat dalam memilih program studi, di antaranya dengan mempertimbangkan mata pelajaran yang diminati dan relevan dengan kemampuan siswa.
Ia menekankan bahwa Unhas mengembangkan pendekatan pendidikan yang multidisiplin dan adaptif terhadap kebutuhan masa depan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News