Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Daerah, OJK Edukasi Petani dan Nelayan di Takalar

SULSELSATU.com, TAKALAR – Upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan terus diperkuat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan (LJK).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan edukasi keuangan yang menyasar masyarakat umum, petani, dan nelayan di Kabupaten Takalar.
Edukasi diselenggarakan di dua lokasi, yakni Kecamatan Polongbangkeng Timur pada 20 Januari 2026 dan Kecamatan Mappakasunggu pada 21 Januari 2026.
Kegiatan edukasi keuangan ini merupakan bagian dari implementasi Program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor LJK dan pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Takalar.
Sinergi ini merupakan komitmen bersama dalam memperluas akses serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang aman, legal, dan bermanfaat.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin mengatakan, edukasi keuangan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan keuangan secara bijak, serta pengenalan risiko keuangan yang kerap dihadapi oleh petani dan nelayan.
“Edukasi difokuskan pada pengelolaan pendapatan yang bersifat tidak tetap, pentingnya pencatatan keuangan sederhana, serta pengenalan berbagai jenis fasilitas pendanaan dan perlindungan keuangan yang tersedia dari lembaga keuangan formal yang aman dan terpercaya,” kata Muchlasin.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan OJK, perencanaan keuangan keluarga, kewaspadaan terhadap praktik keuangan ilegal, serta pengenalan produk perbankan dan jasa keuangan lainnya yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengelola keuangan secara berkelanjutan.
Di Kecamatan Polongbangkeng Timur, kegiatan diikuti oleh masyarakat dan kelompok tani yang antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab.
Para peserta memperoleh pemahaman praktis mengenai pengelolaan keuangan keluarga yang ideal agar mampu memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang untuk mempersiapkan dana masa depan.
Masyarakat juga mendapatkan informasi terkait layanan keuangan digital yang mendukung kemudahan transaksi dan penyimpanan dana.
Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Mappakasunggu menyasar masyarakat pesisir dan nelayan.
Sebagai bentuk nyata peningkatan inklusi keuangan, dalam rangkaian kegiatan ini juga dilakukan penyerahan dan fasilitasi akses terhadap produk keuangan formal kepada masyarakat yaitu kredit usaha rakyat.
Penyerahan produk keuangan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan layanan keuangan formal secara aktif sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan LJK yang memberikan penjelasan langsung mengenai produk dan layanan, serta peran LJK dalam mendukung pembiayaan sektor pertanian dan perikanan.
“Kehadiran pemerintah daerah juga menunjukkan dukungan penuh terhadap program peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi daerah,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara OJK, LJK, dan Pemerintah Daerah dalam Program GENCARKAN ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Takalar tidak hanya semakin cakap secara finansial, tetapi juga memiliki akses nyata terhadap produk dan layanan keuangan formal yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News