Perkuat Tata Kelola, PDAM Makassar Gelar Pelatihan Keuangan Berbasis SAK EP

Perkuat Tata Kelola, PDAM Makassar Gelar Pelatihan Keuangan Berbasis SAK EP

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar Pelatihan Sistem Informasi PDAM Pintar Modul Keuangan dan Akuntansi berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) di Aula Tirta Dharma PDAM Makassar, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berbasis sistem digital.

Kegiatan yang diikuti 40 peserta dari bagian-bagian terkait ini menghadirkan narasumber berpengalaman dari PT Bima Sakti. Pelatihan difokuskan pada penguatan pemahaman teknis dan strategis dalam pengoperasian sistem informasi keuangan yang terintegrasi, sekaligus penyesuaian terhadap standar akuntansi terbaru yang berlaku bagi entitas privat.

Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Hamzah Ahmad, hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Turut hadir Plt Direktur Keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar, Nanang Supriyatno, bersama jajaran pejabat struktural perusahaan.

Ketua Panitia Pelaksana, Nahwiyani, yang juga Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian Perumda Air Minum Kota Makassar, melaporkan bahwa pelatihan ini digelar untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap standar operasional prosedur (SOP) serta meningkatkan kualitas pelaporan berbasis sistem informasi.

Ia menjelaskan, materi yang diberikan tidak hanya membahas aspek teknis penggunaan aplikasi, tetapi juga pemahaman menyeluruh terhadap standar akuntansi terbaru agar laporan yang dihasilkan selaras dengan regulasi dan kebutuhan audit.

“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta mampu menjalankan tugasnya sesuai standar dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan perusahaan,” ujar Nahwiyani.

Sementara itu, Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Hamzah Ahmad dalam sambutannya menekankan bahwa modernisasi sistem harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi aparatur. Ia mengingatkan bahwa penggunaan sistem informasi yang canggih tidak akan memberikan dampak optimal apabila tidak didukung oleh SDM yang memahami substansi dan mekanismenya secara utuh.

“Sistem bisa saja kita perbarui, tetapi yang paling menentukan adalah manusianya. Karena itu, saya berharap pelatihan ini benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan, bukan sekadar memenuhi agenda kegiatan,” ujar Hamzah.

Menurutnya, penerapan modul keuangan dan akuntansi berbasis SAK Entitas Privat menjadi bagian penting dalam memastikan laporan keuangan perusahaan tersaji secara akurat, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Perubahan standar akuntansi, kata dia, menuntut kesiapan organisasi dalam beradaptasi, termasuk melalui penyesuaian sistem pelaporan berbasis digital.

Hamzah juga menegaskan bahwa PDAM sebagai perusahaan daerah yang bergerak di sektor pelayanan publik harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat, salah satunya melalui tata kelola keuangan yang tertib dan akuntabel.

“Air minum adalah layanan dasar. Karena itu, pengelolaan keuangannya pun harus dikelola secara profesional. Laporan keuangan yang baik bukan hanya untuk kepentingan internal, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik,” katanya.

Hamzah Ahmad berharap, hasil pelatihan ini dapat langsung diimplementasikan dalam pekerjaan sehari-hari, sehingga laporan keuangan perusahaan dapat tersaji lebih cepat, presisi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Saya ingin ada perubahan nyata setelah pelatihan ini. Kita ingin sistem berjalan baik, SDM semakin kompeten, dan kepercayaan publik terhadap PDAM Makassar semakin kuat,” harapnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga