Balai Bahasa Sulsel Pilih Parepare Tuan Rumah Rakor Bahasa Bugis

SULSELSATU.com, PAREPARE – Kota Parepare kian mengukuhkan posisinya sebagai daerah rujukan dalam upaya pelindungan dan revitalisasi bahasa daerah di Sulawesi Selatan. Hal ini ditandai dengan rencana Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan yang akan memusatkan Rapat Koordinasi Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) Bugis se-Sulsel di Kota Parepare pada Februari 2026 ini.
Rencana tersebut disampaikan langsung Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machsum, saat melakukan audiensi bersama Wali Kota Parepare, H Tasming Hamid, di ruang kerja wali kota, Kamis, 5 Februari 2026.
“Sebagai bentuk apresiasi dari Balai Bahasa Sulsel, kami berencana menggelar rapat koordinasi pelindungan bahasa daerah se-Sulsel. Khusus untuk bahasa Bugis, rencananya akan kami pusatkan di Parepare,” ujar Toha, sapaan karib dia.
Ia menjelaskan, rakor tersebut akan melibatkan tujuh daerah penutur bahasa Bugis di Sulawesi Selatan, dengan jumlah peserta sekitar 20 orang yang terdiri atas kepala dinas pendidikan dan para kepala bidang terkait.
Parepare kata dia, dipilih karena dinilai memiliki banyak praktik baik dalam pelindungan dan pembinaan bahasa daerah yang layak menjadi contoh bagi daerah lain.
“Banyak praktik baik yang bisa dicontoh dari Kota Parepare untuk direplikasi di wilayah Bugis lainnya,” tambahnya sembari mencontohkan beberapa praktik baik yang dilakukan Parepare, seperti program SAREBBA (Safari Edukasi dan Inspirasi Berbahasa Daerah) ke sekolah-sekolah, Talkshow Pahlawan kearifan lokal, penguatan regulasi, dan berbagai praktik baik lainnya. Selain itu, untuk jenjang SMP, Parepare juga tercatat sebagai terbaik 1 di kelas Bugis se-Sulsel.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Parepare Tasming Hamid menyambut baik dan menyatakan kesiapan pemerintah kota untuk berkolaborasi dalam agenda strategis tersebut.
“Di zaman modern ini, upaya pelindungan bahasa daerah memang harus terus digaungkan. Pemerintah Kota Parepare siap berkolaborasi. Terkait teknis pelaksanaan nanti dapat dikoordinasikan lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan,” kata Tasming Hamid yang didampingi oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare, Dede Harirustaman, Kabid Kebudayaan, Niniek Harisani, dan Kabid PMGTK, Fardani Wirawan.
Ia juga mengapresiasi rencana pemusatan kegiatan di Parepare dan berharap forum tersebut menjadi ruang berbagi gagasan serta adopsi praktik baik antar daerah.
“Kami senang jika banyak daerah datang ke Parepare. Semoga apa yang kami lakukan di sini bisa diadopsi dan dikembangkan bersama,” ujarnya.
Hadir dalam rombongan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Kasubag Umum Wahidah, Ketua Tim Kerja Pelindungan Amriani H, Anggota Tim Kerja Pembinaan Asmabuasappe, Tim Keuangan Ratna Badduha, serta pegawai magang Laras.
Rencana rakor ini diharapkan semakin memperkuat posisi Parepare sebagai pusat rujukan revitalisasi bahasa Bugis di Sulawesi Selatan, sekaligus mendorong sinergi lintas daerah dalam menjaga keberlanjutan bahasa daerah di tengah arus modernisasi. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News