Komitmen Pembinaan Berkelanjutan, Gowa Indah Open Badminton Siapkan Seri Kedua

SULSELSATU.com, GOWA — Turnamen Gowa Indah Badminton Open Tournament 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama lima hari, 10–14 Februari 2026, di Gelanggang Olahraga Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Ajang ini tak sekadar menjadi kompetisi, tetapi diproyeksikan sebagai langkah awal memperkuat fondasi pembinaan atlet bulutangkis di daerah.
Inisiator turnamen, Andi Tenri Indah, menegaskan bahwa kejuaraan ini dirancang untuk membuka ruang prestasi sejak usia dini. Menurutnya, pembinaan tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai dari kompetisi yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Anak-anak harus punya panggung untuk menguji kemampuan. Dari situ mereka bisa mengumpulkan pengalaman dan prestasi yang bermanfaat, termasuk untuk jenjang pendidikan berikutnya,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026) malam.
Peserta yang ambil bagian berasal dari berbagai kategori usia, mulai tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga dewasa.
Bahkan panitia menyiapkan kelas hiburan guna memperluas partisipasi. Format ini, kata dia, bertujuan membangun ekosistem kompetisi yang inklusif sekaligus menanamkan nilai sportivitas sejak dini.
Tak hanya diikuti atlet lokal, turnamen ini juga menarik peserta dari luar Sulawesi Selatan, seperti Jakarta dan Kendari. Tingginya animo tersebut dinilai menjadi indikator bahwa Gowa Indah Open mulai diperhitungkan di level nasional.
Legislator dari Partai Gerindra itu memastikan turnamen ini akan berlanjut sebagai agenda tahunan. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan seri lanjutan bertajuk Gowa Indah Badminton 2 sebagai bagian dari program pembinaan jangka panjang.
Selain menjadi ruang kompetisi, ajang ini juga diarahkan untuk memetakan potensi atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel 2026. Ia berharap dukungan pemerintah daerah terus mengalir agar pembinaan berjalan konsisten.
Sementara itu, Ketua KONI Sulawesi Selatan, Darmawangsyah Muin, menyoroti tren penurunan prestasi Sulsel di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Menurutnya, posisi Sulsel yang sebelumnya mampu bertahan di tujuh besar nasional kini terlempar dari 10 besar.
“Kami menargetkan Sulsel kembali masuk 10 besar pada PON mendatang. Pembinaan harus diperkuat dan anggaran dikelola secara efektif,” tegasnya.
Wakil Bupati Gowa itu menyebut turnamen di GOR Sungguminasa menjadi momentum penting untuk memantau potensi cabang olahraga di bawah naungan PBSI, khususnya bulutangkis.
Meski sepanjang sejarah PON Sulsel belum pernah menyumbang medali dari cabang ini, KONI tetap memasang target minimal satu medali pada edisi berikutnya.
Darmawangsyah juga mengapresiasi konsistensi penyelenggara dan berharap event serupa terus digelar setiap tahun guna menjaga ritme kompetisi serta meningkatkan kualitas atlet.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News