Idrus Marham Pastikan Soliditas Golkar Kawal Politik Luar Negeri Presiden Prabowo

SULSELSATU.com, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Luar Negeri, Idrus Marham, menegaskan dukungan penuh partainya terhadap langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Washington DC, Amerika Serikat.
Menurutnya, kunjungan Presiden merupakan wujud nyata pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi prinsip Indonesia.
“Kalau mau diperhitungkan dalam percaturan global, Indonesia tidak boleh setengah-setengah. Sekali maju, harus konsisten,” ujar Idrus melalui rilis resmi yang dikirim ke media, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia telah menginstruksikan seluruh kader untuk mendukung kebijakan politik luar negeri Presiden. Golkar, kata dia, meyakini langkah tersebut tepat secara ideologis dan strategis.
Idrus menilai politik luar negeri bebas aktif Indonesia sejak kemerdekaan selalu dijalankan secara tegas namun luwes. Dalam situasi geopolitik global yang penuh ketegangan dan fragmentasi, Indonesia dinilai memiliki peran sebagai kekuatan moral (moral force) yang mampu menjembatani perbedaan dan mendorong dialog konstruktif antarnegara.
“Ini bukan sekadar kunjungan kenegaraan biasa, tetapi representasi komitmen Indonesia di panggung dunia,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo bertolak ke Washington DC pada Senin (16/2/2026). Dalam lawatan tersebut, ia didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Berdasarkan keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pertemuan itu membahas penguatan hubungan Indonesia–Amerika Serikat dan kerja sama strategis di berbagai bidang.
Selain agenda bilateral, Presiden juga dijadwalkan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace (Bo) atau Dewan Perdamaian untuk Gaza, serta menandatangani kesepakatan terkait tarif impor Amerika Serikat.
Idrus menekankan, pendekatan “mengalir tetapi tidak hanyut” yang dijalankan Prabowo mencerminkan karakter diplomasi Indonesia yang terbuka berkomunikasi dengan siapa pun, namun tetap berpegang pada prinsip Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
“Bebas aktif berarti kita berkomunikasi dengan siapa saja, membawa gagasan dan keyakinan sendiri. Jika tidak sesuai prinsip kepentingan bangsa, Presiden tentu akan bersikap tegas,” katanya.
Menurut Idrus, sudah saatnya Indonesia tidak sekadar menjadi penonton dalam dinamika global. Ia menilai keterlibatan aktif di berbagai forum internasional menunjukkan kepercayaan diri nasional yang kuat serta komitmen menjadi kekuatan penyeimbang yang kredibel di kawasan Indo-Pasifik dan dunia.
“Seluruh keluarga besar Partai Golkar diminta memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan ini. Secara ideologis dan strategis, langkah Presiden berada di jalur yang benar,” pungkasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News