Reses di Mariso, Andre Prasetyo Tanta Janji Perjuangkan Infrastruktur dan Pelatihan Kerja

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Legislator Partai NasDem DPRD Sulawesi Selatan, Andre Prasetyo Tanta, kembali turun menyapa konstituennya dalam agenda reses masa sidang II Tahun Anggaran 2025/2026.
Ketua Komisi C DPRD Sulsel itu menggelar temu warga di Kelurahan Kampung Buyang, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Jumat (20/2/2026).
Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis. Warga menyampaikan langsung beragam persoalan lingkungan dan sosial yang mereka hadapi sehari-hari. Andre hadir bersama Lurah Kampung Buyang Hasriani Husair dan unsur tripilar kelurahan.
Lurah Kampung Buyang, Hasriani Husair, menekankan bahwa persoalan drainase menjadi keluhan utama warga. Ia menyebut sejumlah saluran air berukuran sempit dan tertutup pipa sehingga menghambat aliran air.
“Di beberapa titik, drainase sangat kecil bahkan tertutup pipa. Akibatnya air tidak mengalir lancar dan sampah mudah menumpuk. Kami berharap ada pelebaran dan normalisasi agar genangan bisa diminimalisir,” ujar Hasriani.
Selain itu, ia juga menyinggung persoalan layanan sosial, termasuk bantuan dan kepesertaan BPJS Kesehatan yang kerap tiba-tiba tidak aktif.
“Warga sangat bergantung pada layanan kesehatan gratis. Ketika kepesertaan tidak aktif, mereka kebingungan,” tambahnya.
Ketua RW 04 Kampung Buyang, Akmal, turut menyuarakan kebutuhan infrastruktur dasar di wilayahnya. Menurutnya, drainase dan penerangan jalan umum masih minim dan perlu perhatian serius.
“Lampu jalan masih kurang dan drainase belum memadai. Kami ingin lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warga,” katanya.
Akmal juga menyoroti tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda. Ia berharap pemerintah menghadirkan pelatihan kerja dan program pengembangan keterampilan.
“Anak-anak muda di sini butuh pelatihan agar punya bekal dan tidak hanya menunggu pekerjaan,” ucapnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Andre menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan warga melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Reses adalah ruang bagi kami untuk mendengar langsung suara masyarakat. Semua usulan akan kami catat dan koordinasikan dengan pemerintah provinsi maupun instansi terkait sesuai kewenangan,” tegas Andre.
Ia juga menambahkan bahwa persoalan infrastruktur lingkungan seperti drainase dan lampu jalan akan menjadi perhatian Komisi C.
“Kami akan dorong agar ada solusi konkret, terutama untuk wilayah yang memang membutuhkan penanganan segera,” pungkasnya.
Melalui dialog terbuka itu, warga berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti demi terciptanya Kampung Buyang yang lebih tertata dan sejahtera.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News