SULSELSATU.com, MAKASSAR — Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menjadi impian banyak orang. Selain membuka peluang kesuksesan, bangku kuliah juga menjadi ruang untuk memperdalam minat dan kompetensi di bidang ilmu tertentu.
Namun, tak sedikit calon mahasiswa yang akhirnya batal kuliah atau terhenti di tengah jalan karena berbagai faktor.
Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dirgahayu A Lantara, mengungkapkan penyebabnya beragam, mulai dari persoalan ekonomi, kehilangan motivasi, gaya hidup yang tidak terkontrol, hingga salah memilih jurusan.
Baca Juga : Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI Kunjungan Media, Ingin Lihat Proses Pembuatan Berita
“Karena itu, persiapan yang matang sejak awal sangat penting, termasuk dalam proses pendaftaran. Kami sangat merekomendasikan calon mahasiswa baru untuk mendaftar lebih awal,” ujar Prof. Dirga yang juga menjabat Wakil Rektor I UMI dalam keterangannya kepada media, Selasa (23/2/2026).
Menurutnya, mendaftar lebih awal memberi banyak keuntungan bagi calon mahasiswa baru (camaba). Salah satunya adalah kesempatan memperoleh informasi yang lebih lengkap tentang kampus. UMI sendiri dikenal sebagai PTS pertama di luar Pulau Jawa yang meraih akreditasi Unggul.
“Dengan mendaftar lebih awal, camaba punya waktu lebih banyak untuk menggali informasi, memahami keunggulan kampus, fasilitas, prestasi akademik dan nonakademik, bahkan membandingkannya dengan perguruan tinggi lain sebelum benar-benar mantap memilih,” jelasnya.
Baca Juga : UMI Kokoh sebagai PTS Terbaik di Makassar Versi EduRank 2026
Selain itu, peluang memilih program studi sesuai minat juga lebih terbuka lebar. UMI saat ini memiliki 64 program studi yang tersebar di berbagai fakultas. Dengan banyaknya pilihan tersebut, calon mahasiswa membutuhkan waktu untuk menyaring dan menentukan program studi yang paling sesuai dengan minat dan rencana karier mereka.
Keuntungan lainnya adalah mengamankan kursi sebelum kuota terpenuhi, terutama pada program studi favorit dengan daya tampung terbatas.
“Jangan sampai terlambat mendaftar lalu kuota sudah penuh. Itu tentu merugikan calon mahasiswa sendiri,” tegas Prof. Dirga.
Baca Juga : UMI Gelar Halal Bihalal dan Luncurkan Film TEKAD Sarat Pesan Sosial
Prof Dirga juga menambahkan, pendaftaran lebih awal membuka peluang lebih besar untuk mempersiapkan diri meraih beasiswa. Di UMI tersedia berbagai jenis beasiswa, baik internal kampus seperti program wakaf 2,5 persen maupun beasiswa dari pemerintah dan pihak swasta.
“Proses beasiswa membutuhkan tahapan administrasi hingga wawancara. Semakin awal mendaftar, semakin panjang waktu persiapan yang dimiliki camaba untuk memenuhi seluruh persyaratan,” paparnya.
Terakhir, proses administrasi akan terasa lebih tenang dan terencana. Tahapan pemberkasan hingga pembayaran membutuhkan ketelitian karena berkaitan dengan dokumen penting. Dengan mendaftar lebih awal, calon mahasiswa dapat menghindari risiko kesalahan administrasi akibat terburu-buru.
Baca Juga : Rektor UMI Prof Hambali Thalib Sebut Media dan Perguruan Tinggi Tak Bisa Dipisahkan
“Intinya, persiapan sejak dini adalah kunci. Kami ingin calon mahasiswa UMI masuk dengan perencanaan yang matang, bukan sekadar ikut-ikutan,” pungkas Prof. Dirga.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar