14 Kapal Disiapkan, PELNI Makassar Target Layani 49 Ribu Pemudik

SULSELSATU.com, MAKASSAR — PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) Cabang Makassar menyiapkan 14 armada kapal penumpang yang akan melayani masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Makassar.
Kepala Cabang PELNI Makassar, Darman, menyampaikan bahwa berbagai persiapan teknis dan koordinasi lintas sektor telah dilakukan guna mengantisipasi lonjakan penumpang saat arus mudik.
Menurutnya, sinergi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebagai regulator serta Pelindo selaku pengelola terminal penumpang menjadi fokus utama dalam memastikan kelancaran operasional di lapangan.
“Kami memastikan seluruh fasilitas pendukung, baik di sisi kapal maupun terminal, siap digunakan selama periode mudik,” ujar Darman, Kamis (26/2/2026).
Tak hanya dari sisi operasional, PELNI juga mengimplementasikan kebijakan stimulus berupa potongan harga tiket sebesar 30 persen untuk penumpang kelas ekonomi di seluruh rute kapal. Program ini diharapkan mampu meringankan biaya perjalanan masyarakat yang hendak pulang kampung.
Di sektor layanan, PELNI Makassar membuka akses pembelian tiket melalui kanal digital resmi serta loket di kantor cabang untuk mempermudah calon penumpang mendapatkan tiket sesuai jadwal keberangkatan yang diinginkan.
Berdasarkan catatan penjualan tiket untuk periode 6 hingga 20 Maret 2026, sebanyak 7.393 tiket telah terjual. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-7 Lebaran. Empat rute yang paling diminati penumpang dari Makassar tercatat menuju Surabaya, Bau-Bau, Ambon, dan Bima.
Secara proyeksi, Makassar diperkirakan menjadi salah satu pelabuhan dengan tingkat keberangkatan tertinggi pada musim mudik tahun ini, dengan estimasi penumpang mencapai 49.232 orang. Sementara untuk arus kedatangan, jumlah penumpang diproyeksikan menyentuh angka 49.490 orang, menjadikan Makassar sebagai pelabuhan kedatangan terpadat kedua.
Darman menegaskan, keberhasilan Angkutan Lebaran bukan hanya tanggung jawab operator kapal, melainkan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengguna jasa.
Ia pun mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan lebih awal, membeli tiket melalui saluran resmi, serta datang ke pelabuhan lebih cepat dengan membawa identitas diri yang sesuai guna memperlancar proses boarding dan keberangkatan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News