Dulu Boros, Kini Irit Pakai Toyota Hybrid: Pilihan Tepat Keluarga Aktif di Sulawesi

Dulu Boros, Kini Irit Pakai Toyota Hybrid: Pilihan Tepat Keluarga Aktif di Sulawesi

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perjalanan darat dari Makassar ke Parepare biasanya identik dengan satu kali isi penuh bahan bakar. Namun pengalaman berbeda dirasakan Virsa Handayani. Ia hanya mengeluarkan sekitar Rp100 ribu untuk menempuh rute antarkota tersebut dengan All New Yaris Cross Hybrid miliknya.

Perjalanan itu terjadi beberapa bulan setelah Kalla Toyota merilis model SUV terbaru tersebut di Makassar. Bagi Virsa, keputusan memilih varian hybrid bukan sekadar mengikuti tren, melainkan pertimbangan efisiensi biaya harian.

“Mobil yang dibekali mesin konvensional dan teknologi hybrid ini terbukti mengonsumsi konsumsi bahan bakar yang lebih irit dibanding mobil Virsa sebelumya,” kata Virsa.

Ia mencatat konsumsi sekitar 19 kilometer per liter selama perjalanan. Artinya, satu liter bensin dapat membawa kendaraan melaju hampir 20 kilometer, angka yang menurutnya jauh lebih hemat dibanding mobil sebelumnya yang masih bermesin konvensional.

Pengalaman seperti Virsa menjadi gambaran perubahan preferensi konsumen otomotif di Sulawesi. Ketika harga bahan bakar terus meningkat, pertimbangan utama pembeli bergeser dari sekadar desain dan performa ke efisiensi operasional jangka panjang.

Di pasar regional Kalla Toyota, tren itu terlihat jelas. Penjualan mobil hybrid meningkat dari 469 unit pada semester I 2024 menjadi 666 unit pada periode yang sama 2025. Kenaikan 42 persen tersebut turut mendorong pangsa pasar Toyota Hybrid mencapai 76,4 persen hingga Juni 2025 di wilayah penjualannya di Sulawesi.

General Manager Marketing Kalla Toyota Suliadin menilai lonjakan tersebut sebagai sinyal kuat perubahan pola pikir konsumen.

“Kami melihat adanya pergeseran signifikan dalam pola pikir konsumen yang kini tidak hanya mencari kenyamanan dan performa, tetapi juga efisiensi bahan bakar dan kontribusi terhadap lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.

Suliadin menambahkan, tekanan biaya bahan bakar dan kebutuhan mobilitas jarak jauh di wilayah Sulawesi membuat kendaraan hemat energi semakin relevan.

Mobil hybrid, menurutnya, menawarkan solusi praktis tanpa mengubah kebiasaan pengguna seperti pengisian daya listrik eksternal.

“Kami sadar betul dengan kebutuhan masyarakat akan mobilitas yang efisien dan berkelanjutan. Mobil hybrid Toyota dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang optimal dengan konsumsi bahan bakar yang minimal, tanpa mengorbankan performa dan kenyamanan,” sambung Suliadin.

Teknologi hybrid Toyota mengombinasikan mesin bensin dan motor listrik yang bekerja otomatis menyesuaikan kondisi jalan. Saat melaju pelan di kota atau macet, motor listrik dominan bekerja.

Sebaliknya, mesin bensin aktif saat membutuhkan tenaga lebih besar di jalan terbuka atau tanjakan antarkota. Sistem pengereman regeneratif juga mengisi ulang baterai secara otomatis tanpa perlu colokan listrik.

Bagi konsumen seperti Virsa, aspek teknis itu mungkin tak selalu terasa. Yang nyata adalah pengeluaran bahan bakar yang lebih kecil dan perjalanan yang tetap nyaman.

Pengalaman tersebut pula yang membuat SUV hybrid kini tak lagi dianggap segmen khusus, melainkan pilihan rasional bagi keluarga aktif di Sulawesi yang sering menempuh perjalanan antarkota.

Kalla Toyota sendiri memasarkan berbagai model hybrid di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat, dengan segmen mulai SUV hingga sedan. Namun di kelas SUV kompak lima penumpang, Yaris Cross Hybrid menjadi salah satu model yang paling banyak menarik minat karena kombinasi desain perkotaan, kabin lapang, dan efisiensi bahan bakar.

“Yang membuat mobil hybrid Toyota begitu dipercaya adalah reputasi mesinnya yang telah terbukti keandalan dan durabilitasnya. Pelanggan tidak perlu khawatir akan biaya perawatan yang mahal, karena teknologi hybrid Toyota dirancang untuk minim perawatan dan memiliki garansi komponen hybrid yang komprehensif,” pungkas Suliadin.

Di tengah biaya mobilitas yang terus naik, cerita perjalanan Rp100 ribu Makassar–Parepare itu menjadi simbol perubahan: konsumen tidak lagi hanya membeli mobil, tetapi menghitung biaya hidup bersama kendaraan yang mereka pilih.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga