Cuaca Ekstrem hingga Lonjakan Permintaan Disebut Jadi Tekanan Inflasi Sulsel

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bank Indonesia Sulsel mengingatkan adanya potensi tekanan inflasi di Sulawesi Selatan dalam beberapa waktu ke depan.
Faktor cuaca ekstrem, risiko banjir, serta peningkatan permintaan pangan saat periode hari besar keagamaan dinilai dapat memengaruhi stabilitas harga.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, tantangan pengendalian inflasi terutama berasal dari sektor pangan.
“Ke depan kita perlu mewaspadai potensi tekanan inflasi pangan. Kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi bisa memicu banjir dan mengganggu produksi serta distribusi komoditas,” ujar Rizki saat BBM di Makassar, Jumat (20/2/2026)
Selain faktor cuaca, momentum hari besar keagamaan juga berpotensi meningkatkan permintaan bahan pangan. Dalam waktu dekat, periode Ramadan dan Idulfitri diperkirakan akan mendorong konsumsi masyarakat.
“Permintaan pangan biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan. Jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi ini bisa memberi tekanan pada harga,” jelasnya.
Dari sisi risiko bencana, sebagian wilayah di Sulawesi Selatan masuk kategori risiko banjir sedang. Kondisi ini dapat berdampak pada ketersediaan pasokan pangan jika terjadi gangguan produksi maupun distribusi.
Beberapa wilayah bahkan perlu mendapat perhatian khusus karena menjadi sentra produksi komoditas pangan penting. Gangguan produksi di daerah tersebut dapat memengaruhi pasokan di wilayah lain.
“Daerah sentra produksi tentu perlu menjadi perhatian bersama. Jika produksi terganggu, dampaknya bisa terasa pada distribusi dan harga pangan,” kata Rizki.
Bank Indonesia juga mencermati tren inflasi pangan pada awal tahun yang cenderung lebih tinggi dibandingkan periode lain. Pola ini biasanya terjadi karena faktor musim dan peningkatan konsumsi masyarakat.
Meski demikian, Rizki menegaskan berbagai langkah pengendalian inflasi terus diperkuat melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait.
“Koordinasi pengendalian inflasi akan terus diperkuat agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tetap terlindungi,” tutupnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News